512 MAHASISWA UNRIKA IKUTI PELEPASAN KULIAH KERJA NYATA (KKN) 2017

Universitas Riau Kepulauan, Batam – Mahasiswa Universitas Riau Kepulauan mengikuti kegiatan Pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diselenggarakan di Auditorium Utama Universitas Riau Kepulauan. Sabtu (12/08/2017).

Rektor Universitas Riau Kepulauan, Prof.Dr. Nasruddin Harahap, S.U melalui Wakil Rektor I, Dr. Suryo Hartanto, S.T., M.Pd.T meminta mahasiswa yang terlibat dalam kuliah kerja nyata (KKN) 2017 dapat menyesuaikan diri dan menjaga almamater.

Tujuan KKN ini agar mahasiswa mengenal apa yang dimaksud dengan Tridharma Perguruan Tinggi.

“ Mahasiswa itu adalah orang yang berpikir ilmiah,” kata Suryo dihadapan 512 mahasiwa yang akan melakukan KKN 2017 dan dosen pendamping lapangan (DPL ).

Suryo mengingatkan agar bila kelak lulus meraih gelar sarjana (S1), maka lanjutkan pendidikan yang lebih tinggi seperti Magister (S2) . Pendidikan itu dapat menuju kehidupan lebih sejahtera, asalkan menggunakan ilmu yang diperoleh sesuai dengan koridornya.

“ Tirulah ilmu padi, makin berisi makin menunduk,” harapan pak Suryo.

Ketua LPPM Unrika, Ramses, S.Pd.,M.Si mengatakan, KKN 2017 dibagi menjadi 20 kelompok dan disebarkan di 20 RW di Kecamatan Sagulung dan BatuAji Batam.

Berbeda dengan tahun 2016 yang penyebaran KKN mahsiswa di pulau-pulau. Tujuannya untuk pemerataan sehingga tidak hanya di daratan Kota Batam, tapi pulau-pulau yang masuk ruang lingkup pemerintah Kota Batam.

Universitas Riau Kepulauan-lanjut Suryo- terus berbenah terutama meningkatkan kompetensi dosen. Dosen diminta lebih meningkatkan kompetensinya selain bidang pendidikan, juga penelitian dan pengabdian.

Selain itu lebih meningkatkan kemampuan menulis jurnal tidak hanya jurnal ruang lingkup fakultas, universitas, tapi jurnal terakreditasi nasional maupun intersional seperti terindex di Scopus, atau yang lainnya. Dari hasil KKN 2017 mahasiswa ini diharapkan ada hal-hal yang menjadi kajian yang dapat memberi manfaat bagi masyarakat.

Suryo juga menjelaskan, bahwa pada tanggal 13 September 2017 Unrika akan mewisuda leboh dari 600 mahasiswa dari berbagai program studi.

unrika.ac.id

PENGUMUMAN

Berdasarkan surat Rektor Universitas Riau Kepulauan No : 001/R/UNRIKA/I/2017, kami Pimpinan Fakultas memberitahukan :

  1. Untuk Dosen

a. Penginputan nilai UAS ke Siakad Unrika dalam rentang waktu tanggal 23 s/d 28 Januari 2017

b. Bimbingan akademik tanggal 30 Januari s/d 4 Februari 2017

c. Perkuliahan semester Genap tanggal 6 Februari 2017

2. Untuk Mahasiswa

  1. Pengisian KRS dan bimbingan akademik tanggal 30 Januari s/d 4 Februari 2017
  2. Pembayaran SPP paling lambat tanggal 27 Januari 2017
  3. Perkuliahan semester genap tanggal 6 februari 2017
  4. Pembayaran Uang Proposal paling lambat tanggal 1 Februari 2017
  5. Pembayaran uang Skripsi paling lambat tanggal 15 Maret 2017
  6. Pengajuan Cuti akademik paling lambat tanggal 1 Februari 2017 (Dengan melampirkan bebas administrasi dari Siakad dan Bebas Pustaka dari Perpustakaan UNRIKA)

Demikian agar menjadi maklum, terima kasih.

Salam,

F I S I P O L

LPPM UNRIKA Adakan Penutupan dan Responsi KKN PPM UNRIKA BATAM 2016. Pengumuman Peserta KKN & DPL Terbaik

BATAMNEWS.CO.ID, Batam – Wakil Rektor Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA), Ade P. Nasution mengatakan, tujuan kuliah kerja nyata dan penelitian dan pengabdian masyarakat (KK-PPM) tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban mahasiswa berkaitan dengan tugas akhir. Tapi lebih kepada mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama dibangku kuliah.

“Ini bentuk implementasi Tridharma perguruan tinggi,” katanya dihadapan para mahasiswa dan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) dalam acara penutupan KKN-PPM Unrika 2016 di Aula Mini Universitas Riau Kepulauan Batam, Jumat (6/1/2017).

Ia menjelaskan, KKN-PPM tahun ini sengaja di pulau-pulau wilayah Kota Batam agar mahasiswa dapat membantu masyarakat di sana.

Ade mencotohkan, program studi ekonomi memberikan masukan bagaimana hasil tangkapan nelayan agar bias dipasarkan, membentuk koperasi nelayan, bidang hukum soal pencemaran laut dari perspektif Undang-Undang No.32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. “Penanaman bakau itu bagus,” ujarnya.

Ade berharap tahun 2017 teknik ambil bagian KKN di Pulau-Pulau terutama membantu masyarakat soal soal listrik. Jadi, banyak ilmu yang bias dibagikan kepada masyarakat itu.

Kedepan pihak Universitas akan menggandeng BKKBN, Dinas Koperasi dan lain-lain yang dinilai dapat mengembangkan usaha para nelayan.

Ketua LPPM Unrika, Ramses mengakui masih ada kurang di sana sini, namun ke depan akan diperbaiki. Oleh sebab itu, hasil KKN-PPM 2016 ini dievaluasi.

“Yang baik ditingkatkan, dan yang kurang baik diperbaiki agar jadi baik,” kata Ramses. Kata dia, Tahun ini sebanyak 578 peserta yang ikut KKN-PPM Unrika 2016 dan dibagi 23 kelompok.

Kelompok ini terdiri atas dua opsi yakni kelompok Full Time. Kelompok ini berada di daerah tempat KKN selama satu bulan penuh, sedangkan kelompok lain yakni yang hadir Sabtu dan Minggu (Part Time). Kelompok ini tiap hari Sabtu dan Minggu selama tiga bulan.

Untuk kategori Full Time kelompok Pulau Sekanak, Belakang Padang keluar juara I. Sementara untuk kelompok Part Time kelompok 12 meraih juara I.

LPPM menilai kelompok aktif membuat video selama kegiatan KKN. Juara pertama untuk video diraih kelompok 5 yang KKN, juara kedua kelompok 12, dan juara 3 kelompok 19.

Penilaian berdasarkan laporan tertulis, video dokumenter dan dokumentasi foto. Semua itu sudah melalui penilaian LPPM.

“Unrika Batam ‘dalam memimpin’ saya selalu menggunakan prinsip demikian. Jangan tanya kapan! Tapi keajaiban akan datang menghampiri orang yang selalu melakukan yang terbaik buat dirinya sendiri maupun orang lain, kata Agus Siswanto dari Fakultas Hukum selaku ketua kelompok 12 KKN-PPM.

Untuk mewujudkan mimpi, kata Agus, jangan dulu membayangkan sukses besar yang mungkin diraih. “Tapi jauh lebih penting menyusun rencana untuk membuat sukses-sukses yang kecil!,” ucapnya.
Sunber : http://www.batamnews.co.id/berita-19123-.html

Wakil Rektor I Universitas Riau Kepulauan Dapat Penghargaan Sebagai Tokoh Pendidikan

ade-p-300x225

Pemerintah Kota Batam kembali memberikan anugerah Batam Madani kepada sembilan tokoh yang dinilai berkontribusi besar dalam pembangunan Kota Batam. Diantara kesembilan tokoh tersebut adalah Ade P. Nasution, SE,M.Si yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor I Universitas Riau Kepulauan. Penghargaan diserahkan dalam Puncak Acara HUT ke-178 Batam di Hotel Radisson, Sukajadi Batam.

Dalam kesempatan yang sama Ade P. Nasution menyatakan “ini merupakan penghargaan terhadap seluruh pendidikan di Batam, Mari kita bangun Batam sebagai centra pendidikan disamping sebagai centrakota industri.

Unrika patut berbangga, ternyata kiprah kita di kancah dunia pendidikan ada pihak yang memperhatikannya, ini bukan buat saya saja, tapi buat seluruh civitas di Unrika” imbuhnya.

Sumber :

Wakil Rektor I Universitas Riau Kepulauan Dapat Penghargaan Sebagai Tokoh Pendidikan

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H, Mahasiswa UNRIKA Antusias Mendengarkan Ceramah Ustad SAMPAN

 img_9447

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H, rasa antusias mahasiswa UNRIKA BATAM untuk menghadiri acara kali ini masih tinggi. Selasa 20 Desember 2016.

Ustad Muhammad Samin Pane, MA. (SAMPAN) namanya, bersama ceramahnya yang penuh singkatan yang menggelitik namun padat penyampaian ilmu. Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H. Tema kali ini “Belajar Dari Kedaulatan Nabi Dalam Bekerja Keras, Cerdas, dan Iklas Menuju Generasi Islam Yang Memiliki IPTEK dan IMLAQ” mengangkat kesadaran mahasiswa akan pentingnya belajar dan bekerja iklas.

img_9424

Diiringi musik rebana Khas Islami, Dihadiri Ketua Yayasan UNRIKA BATAM, DR.H.Amarullah Nasution,SE,MBA bersama pesan-pesan diawal acara, Rektor UNRIKA BATAM Prof. Dr. H. Nasrudin Harahap,SU berharap sesuai “TEMA” agar selepas acara peringatan maulid ini, mahasiswa memperoleh penambahan ilmu tentang pentingnya kesadaran diri akan peringatan hari yang bersejarah ini. sebagaimana penyampaian isi ceramah yang bermanfaat oleh ustad SAMPAN.

JAUHI NARKOBA AGAR MASA DEPAN HIDUP BAHAGIA

foto-dengan-lurah-kota-baru-galang-1

Masih ingat Zainuddin.M.Z . Ia memang telah tiada, tapi nasehatnya melalui dakwah sulit dilupakan. Zainuddin MZ yang dikenal sejuta umat itu mengatakan bahwa, untuk menjatuhkan atau menguasai suatu Negara saat ini tak perlu angkat senjata, tapi cukup menghancurkan generasi mudanya dengan cara beragam. Salah satu cara yang mudah dan bisa mendatangkan uang adalah  menyebarkan narkoba ( narkotika dan obat berbahaya ) seperti ekstasi, ganja, opium, shabu-shabu ).

Mengapa harus generasi muda? . Sebab dengan cara itu hanya tinggal menunggu waktu kejatuhan sebuah Negara. Sebab generasi muda telah tidak lah=gi memiliki masa depan dan berpikirnya pun tidak lagi normal, atau dengan kata lain tidak lagi berpikir sesuai dengan manusia normal. Pengaruh  obat jenis narkona ini sangat kuat terhadap organ-organ tubuh yang vital terutama otak. Oleb sebab itu, benarlah kata  Zainuddin MZ ( Alm.) bahwa narkoba mampu membunuh masa depan bangsa dengan cara membunuh perlahan-lahan generasi mudanya.

img_7279

Mencoba berarti mencoba membunuh diri sendiri.

Narkoba  mengandung bahan yang dapat membuat pemakainya ketagihan. Berawal dari mencoba-coba karena diajak teman, kemudian menjadi ketagihan. Cara orang mencari uang dengan berdagang narkoba ini adalah diawali dengan memberikannya secara gratis. Mengapa diberikan gratis?  Karena itu merupakan perangkap, dan penjual narkoba mengukur si pemakai yang awalnya diberi secara gratis akan ketagihan. Bila awalnya penjual mencari pembeli, dan di waktu tertentu, kemudian pemakai akan mencari penjual. Lalu harga narkoba itu pun mulai dipatok dengan harga tinggi karena untuk menutupi biaya yang diberikan gratis tadi. -Penyusupan para pengedar itu bisa melalui orang yang dipercaya, baik pejabat atau petugas. Banyak petugas polisi yang akibat menjadi pengguna dan kemungkina juga pemasok narkoba.

Sasaran perdagangan narkoba jenis ekstasi adalah tempat-tempat hiburan malam. Lampu remang-remang menjadikan penikmat pil, sabu-sabu, dan sejenisnya semakin terbuai oleh hayalan dan ilusi karena dentuman music yang memekakkan telinga bagi orang normal, menambah kenikmatan bagi pengguna narkoba itu. Karena obat terlarang itu mengandung semacam obat penenang. Maka , barang jenis narkotika menjadi laku dijual karena mampu memperdaya manusia, sebab narkotika mampu memperdaya manusia karena memiliki tingkat kecanduan yang tinggi serta merusak syaraf otak apabila penggunaannya berlebihan. Artinya  pengguna narkotika akan menjadi berpikir tidak logika dan daya nalar yang hilang, dan pada fase tertentu menjadi gila. Oleh sebab itu beberapa Negara menyimpulkan merasa perlu menjalin kerjasama antar Negara agar penyebaran narkotika tidak meluas. Dan dikhawatirkan merusak generasi muda di tiap Negara, bila kerusakan itu benar terjadi, maka manusia ke depan menyerupai binatang, dan menjadi bar-bar. Tak kenal hukum, dan Negara tidak mampu lagi mengontrol warganya karena rakyat tidak lagi berpikir normal alias gila.

Adalah Leue of Nations Opium Commission dan Hague Convention  memulai system pencegahan narkotika. Konferensi Pertama mengenai obat-obatan narkotik, yang waktu itu dikenal Opium Mommision menyatukan 13 bangsa di Shanghai tahun 1909.. Di situ ditandatangani perjanjian pengawasan obat-obatan narkotik., kemudian pada tahun  1912  dalam Hague Convention menjalin kerjasama  internasional dalam pengawsanan obat-obatan narkotika dan masuk kategori masalah hukum internasional.

Setelah itu terus digalakkan pengawasan terhadap obat-obatan narkotika, Persetujuan Tahun 1925 setelah terbentuknya Permanent Central Board. Organisasi ini mengawasi soal system ekspor-impor bila terdapat narkotika dalam usaha tersebut, jadi harus diketahui apakah perdagangan internasional juga termasuk narkotika. Meski diperbolehkan, tapi terbatas sifatnya dan diawasi oleh badan ini. Tahun 1931, mulai ada pembatasan obat-0bat narkotika di dunia untuk kebutuhan medis, namun harus dengan data yang akurat sesuai kebutuhan, dan system pengawasan diperketat.  Lima tahun kemudian, tpatnya tahun 1936 persetujuan penghapusan Peredaran Gelap dari obat-obatan narkotik yang membahayakan , dan menghimbau pengedar narkotik dihukum berat.

Masih banyak perjanjian-perjanjian internasional menyangkut peredaran obat-obatan narkotika. Protokol Opium 1953 bahkan membatasi perdagangan internasonal dari opium untuk kebutuhan medis dan ilmu pengetahuan , karena sering disalahgunakan., serta  menghapus produksi yang sah secara berlebihan melaui cara tak langsung untuk membatasi stok opium yang ditanggung oleh Negara bagian masing-masing. Hanya 7 ( tujuh ) Negara yang diberi kuasa untuk ekspor opium yakni Bulgarian, Yunani, India, Iran, Turki, Uni Soviet dan Yugoslavia. Kuasa ini diberikan melalui Narcotic Control Board  ( Badan Pengontrol Narkotika ) dan harus taat pada peraturan yang ada waktu itu.

Kini soal pengawasan obat-obatan terlarang seperti narkotik  ini masuk Badan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengawasi. Yang disebut The United Commission on Narcotic Drugs, sebuah badan fungsional dari Dewan Ekonomi dan Sosial PBB.  Ada 30 negara yang terlibat di badan ini, yang merupakan penghasil opium  dan coca di dunia.

dekan-beri-arahan

Bahanya Narkoba

Masyarakat umum mengenal nama narkoba ( narkotika dan obat-obatan berbahaya ) ini terdiri dari beberapa bagian. Jadi diskripsi narkoba sebagai berikut :  A.1. a. Narkotika  ( Ganja, Opium atau Opiat , dan Kokain )

Ganja berasal dari tanaman Cannabis Sativa , mengandung zat narkotik dan memabukkan. Bagi pengguna akan menimbulkan euphoria bila menggunakan ganja ini seperti menyebabkan ketenangan, tidak peduli pada lingkungan, dan rasa tentram. Oleh sebab itu, pengguna obat jenis ini kebanyakan orang meras frustrasi. Cara memakainya dihisap seperti orang menghisap rokok. Dan bila terlalu sering, maka tingkah laku pengguna akan menjadi aneh seperti banyak tertawa meski tidak ada yang lucu dihadapnnya, mata tampak merah, dan merasa takut seperti dikejar-kejar. Efek lain mempengaruhi pada daya ingat, gangguan tenggorokan, system pernafasan akan terhambat dan kekebalan tubuh menurun.

Berbeda dengan Opiat . Opiat ini biasa disebut putaw sejenis nama arak Cina. Namanya sering disamarkan menjadi pete, petwe, dan hero. Bentuk obat ini berupa bubuk yang juga disebut morfin. Pada dosisi tertentu  obat ini bisa menghilangkan rasa sakit, jadi tak heran para medis sering menggunakan obat ini agar pasien yang akan dibedah, atau dijahit merasa tidak sakit. Bagi pengguna yang terbiasa mengonsumsi obat ini, kemudian berhenti maka akan timbul keringat dingin, mata beraira, ingusan, bulu kuduk berdiri, serta rasa sakit dan kegelisahan luar biasa.

Kokain yang oleh pengguna sering menggunakan hidup untuk menghisapnya, akan berdampak dan mempunyai efek dari penggunaanya adalah merasa percaya diri dan tampak ceria, wajah tampak bercahaya dan gairah dalam bicara dalam percapakan.Tapi efek negative adalah memburuknya system pernafasan dan gangguan pada otak.

Psikotropika ( Esktasi, dan  Shabu,  )

Ekstasi adalah zat sintetik amfetamin yang dibuat dalam bentuk pil. Sebenarnya makna ekstasi adalah sukacita yang berlimpah-limpah, berlembihan, meluap. Pil ini merangsang syaraf pusat otonom. Di Indonesia dikenal dengan beragam nama seperti inex, enak, cui,iin,flash, dolar, flipperhammer , dan  lain-lain. Efek lain adalah menghilangkan rasa malu, dan memacu detak jantung secara hebat dan berkhayal aneh ( berhalusinasi ), dan senang dengan ketukan berirama. Oleh sebab itu, pengguna pil ekstasi lebih senang di tempat-tempat yang ada musik seperti di karaoke atau club-club malam , sering juga dikenal istilah tripping. Shabu  hampir sama   efek negatifnya seperti ekstasi. Tapi bedanya pengguna jika bicara “ nyerocos” .Karena aktivitas tubuh dipercepat akibat obat ini . Bila dipergunakan terus menerus, maka bisa berakibat kematian. Ada lagi obat lain yang sering disalahgunakan, atau penggunaan berlebihan seperti zat penenang, zat halusinogen juga menimbulkan halusinasi dan diiringi rasa takut berlebihan. Ada beberapa obat atau bahan adiktif seperti Alkohol, Kafein, Nikotin, dan Solvent.

Menurut penggolongannya sesuai UU No. 22 Tahun 1997 Tentang Narkotika maka ada dua bagian yakni yang hanya digunakan untuk keperluan Ilmu dan Teknologi yaitu : Papaver, Opium, Kokain/Crack, Ganja/Putauw dan Cannabis, sedangkan Psikotropika  sesuai UU No.5 Tahun 1997  yang tidak bisa digunakan untuk pengobatan adalah MDMA/Ekstasi,Lisergeda/ LSD, Seko-Barbidal , dan Metamfitamin/shabu.

img_7278

KASUS-KASUS NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA DI KEPRI

Provinsi Kepulauan Riau yang  terdiri dari 96% perairan dan merupakan pintu gerbang masuk ke Indonesia , berbatasan dengan Malaysia, dan Singapura merupakan daerah rawan penyelundupan baik penyelundupan  barang biasa, maupun barang luar biasa. Barang luar biasa itu adalah narkoba ( narkotik , dan obat-obatan berbahaya ) seperti disebut diatas.

Penyelundup  menggunakan pulau-pulau kecil di sekitar Batam untuk melakukan aksi mereka karena pengawas pulau-pulau tersebut masih sangat terbatas, apalagi masih banyak terdapat pulau tak berpenghuni. Dari  398  pulau yang masuk wilayah Pemerintahan Kota Batam.

  1. Luas Provinsi Kepri (Bakosurtanal 2006)
    • Luas Wilayah                :  810,7 Km2
    • Darat                               :  595,41 Km2       ( 4,2% )
    • Laut                                 :  215,3 Km2    ( 95,8% )
  1. Jumlah pulau :  2.408  pulau
  • Berpenghuni                           :   366 buah (15 %)
  • Belum berpenghuni              :   042  buah (85%)
  • Pulau terluar                          :   19 buah
  • Garis pantai                            :   367.6 km..3

Dari uraian diatas, maka masih banyak pulau di Kepri yang belum berpenghuni .  pulau belum  berpenghuni tersebut bisa digunakan oleh para penyelundup sebagai tempat persinggahan sementara termasuk dalam penyelundupan narkoba.

By : Rumbadi Dalle

REKTOR UNRIKA MELAKUKAN KEGIATAN MONEV PELAKSANAAN KKN PKM UNRIKA 2016 DI 3 PULAU LOKASI KKN

Selasa, 15 November Rombongan Pimpinan UNRIKA yang dipimpin Oleh Rektor, Prof. Dr. Nasruddin Harahap,SU mengadakan kunjungan sekaligus melakukan kegiatan monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan KKN PKM UNRIKA tahun 2016. Adapun lokasi Kegiatan KKN yang akan dikunjungi adalah lokasi KKN yang diikuti oleh mahasiswa KKN yang full time yaitu yang berada di Pulau Jaloh (Kec. Bulang) dan Pulau Kasu dan Pulau Sekanak Raya (Kec. Belakang Padang).

2

Mendampingi Rektor, turut Hadir WR I Unrika, Ade P. Nasution, WR-II, Rahman Hasibuan, Ketua LPPM, Ramses dan diikuti oleh Rumbadi, Wakil Dekan FH Unrika, Suryo Hartanto, Wakil Dekan FT Unrika dan ketua Prodi dan Dosen tetap lainnya.

Perjalanan di mulai dari Pelabuhan Tanjung Riau dengan menaiki kapal motor IKA MINA milik Koperasi Usaha Bersama (KUB) batam, menuju Lokasi pertama, yaitu Pulau Jaloh. Di pelabuhan – yang yang kerap disebut pelantar-rombongan singgah di sebuah kedai kopi untuk sekadar minum-minum atau makan makanan kecil di situ, sambil melihat pinggiran Kota Batam. Tampak perusahaan shipyard (galangan kapal) menguasai pinggir-pinggir laut dengan bangunan kokoh. Tentu, sebagai galangan kapal, ada beberapa kapal tengah lego jangkar. ” Kapal itu akan diperbaiki,” kata salah seorang teman kepada kami.

Pukul 09.wib kapal kayu yang mengangkut rombongan merapat, dan rombongan bergeas naik kapal itu. dan perlahan meninggalkan pelabuhan kecil tersebut. Waktu tempuh 2 jam untuk sampai ke Pulau Jalo.Di pulau ini ada 29 mahasiwa KKN. Disambut oleh ibu-ibu penabuh kompang, menjadikan rombongan tersanjung dan ada teman berbisik bahwa ini bukti mahasiswa KKN mampu berbaur dengan masyarakat setempat. Di Pulau Jaloh rombongan diterima oleh pemuka masyarakat pulau Jaloh beserta perangkat RW dan RT dan Juga mahasiswa unrika yang sedang KKN dan dimeriahkan dengan suguhan seni tradisional Kompang. setelah makan siang bersama warga dan mahasiswa, Rektor melakukan rapat dengan pemuka warga dan rombongan untuk meminta masukan atas pelaksanaan KKN PKM di pulau Jaloh

” Kami pun senang ade mahasiswa ni, ada program lomba-lomba di kampung ni, mereka yang atur-atur,”kata Muuclis,Ketua RW di sana.Selain itu masyarakat dianjurkan tidak membuang sampah ke laut, karena laut merupakan tempat hidupnya beragam spesies untuk kehidupan manusia.

3

Menurut Muchlis, pulau yang berbatasan dengan Kabupaten Karimun ini 100 persen penduduknya nelayan jadi-kata dia-program lingkungan dibawa para mahasiswa dengan motto : ” Laut bukan Tong sampah” sangat tepat. Penghasilan nelayan rata-rata Rp.1,5 juta per KK. Meskipun hasil tangkapan nelayan dijual dengan harga mahal, tapi ketika angin Utara tiba, nelayan tidak melaut. Angin kencang, ombak tinggi menjadikan para nelayan tidak melaut dan memperbaiki alat tangkap seperti bubu, jala, dan  kapal.Kerapu merah dibeli agen senilai Rp.200.000 per kilogram, sedangkan ikan Ungor senilai Rp. 110.000/kg, Udang Rp.70.000/kg, dan Udang Apollo Rp.110.000/kg, sedangkan Gonggong senilai Rp.15.000/kg. Penurunan pendapatan di musim angin Utara mencapai 5 persen, oleh sebab itu pendapatan rata-rata hanya Rp.1,5 juta.

Rektor Universitas Riau Kepulauan Batam, Prof.Dr.Nasaruddin Harahap, S.U. mengucapkan ribuan terima kasih atas kerjasama masyarakat setempat yang mendukung depenuhnya kegiatan mahasiswa. Nasruddin berharap KKN dari Universitas Riau Kepulauan Batam tidak hanya kali ini, tapi akan berkesinambungan selain itu, menasehati para mahasiswa tidak berprilaku yang dianggap bertentangan dengan masyarakat yang dikenal kuat dengan agama Islam. Mahasiswa yang KKN Pulau Jalo sebanyak 29 orang, delapan orang adalah laki-laki. ” Kami sangat senang di sini, karena anak-anak usia SD penurut,” kata salah seorang mahasiswa.

4

Usai menemui mahasiswa di Pulau Jalo, perjalanan dilanjutkan ke Pulau Kasu yang waktu tempuh 1 jam. Di sini para mahasiswa kegiatannya menanam pohon dan mengecat pelantar. Pulau Kasu masuk Kecamatan Belakang Padang secara di tingkat Kelurahan didiami 1.257 KK. Di sini agak ramai dibanding Pulau Jalo sebab berdekatan dengan Belakang Padang. Sebanyak 29 mahasiswa KKN di sini.Waktu tempuh ke Batam hanya 30 menit menggunakan speed boat. Mahasiswa ditempatkan di sebuah rumah penduduk di RT-3/RW.01 Desa  Kasu. Ada kegiatan lomba azan yang digelar oleh mahasiswa untuk anak tingkat sekolah dasar. Panitia acara umumnya mahasiswa, dan melibatkan sejumlah pengurus masjid. Matahari mulai mendekati terbenam rombongan melanjutkan perjalanan ke Pulau Sekanak Raya,Kec.  Belakang Padang.

Perjalan satu jam dan lima belas menit. Kami naik ojek menuju tempat para mahasiswa mondok. Terlihat mahasiswa membersihkan halaman tempat mondok mereka, yang merupakan bangunan yang dibangun pemerintah Kota Batam. bangunan ini sejatinya untuk para siswa tingkat SLTA yang berasal dari pulau-pulau sekitar, sehingga tidak perlu melanjutkan pendidikan tingkat SLTA di Batam.Di sini Rektor mengingatkan, agar para mahasiswa yang tiga hari lagi berakhir masa KKN, harus tetap menjadi nama baik almamater Universitas Riau Kepulauan. ” Jika datang tampak muka, dan pulang harus tampak punggung,” kata Rektor. Artinya jangan pergi-pergi begitu saja, harus ada acara perpisahan meski sederhana.M ahasiwa yang melakukan kegiatan KKN full time ini selama sebulan (19 Oktober sampai 19 Nopember 2016).

5

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ( LPPM ) Unrika, Ramses, S.Pi.,M.Si, mengatakan, jumlah mahasiswa yang mengikuti kegiatan KKN-PPM tahun ini sebanyak 572 mahasiswa dari 14 program studi dan dibagi 23 kelompok, dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL ) masing-masing.” Tahun ini sengaja KKN di Pulau-Pulau,”katanya. Dengan moto : KKN di Pulau-Pulau Sepenuh Hati” ini diharapkan para mahasiswa lebih mengenal wilayah Batam yang luas, pembatasnya antara pulau satu dan lainnya adalah air (laut).” Jadi jangan cuma kenal daratan Batam,” kata Ramses.

Narasi dan Foto oleh : Rumbadi (FH UNRIKA Batam)