Panduan Karya Tulis Ilmiah

Pedoman Karya Ilmiah Fisipol OK CETAK

PEDOMAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH
(SKRIPSI DAN PUBLIKASI ARTIKEL ILIMIAH)

Tim Penulis :
Linayati Lestari, Ph.D.
Rahmayandi Mulda, S.IP., M.IP.
Nurhayati, S.IP., M.IP.
Muhammad Solihin, S.IP., MAP.

ILMU PEMERINTAHAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN
EDISI 2020

Kata Pengantar

Salam sejahtera bagi kita semua, semoga keseharian kita selalu di berkahi oleh Tuhan yang Maha Kuasa. Karya tulis ilmiah atau skripsi merupakan syarat dan kewajiban bagi setiap mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau Kepulauan Batam dalam mendapatkan gelar kesarjanaan yakni Sarjana Ilmu Politik (S.IP). Dalam penulisan karya tulis ilmiah atau skripsi memiliki metode dan sistematika penulisan yang dianggap baku dan bersifat umum. Maka dengan hal tersebut buku pedoman ini akan menjadi rujukan mahasiswa dalam membuat dan menulis tugas akhir tersebut.
Mengigat pentingnya Skripsi atau Karya Tulis ilmiah sebagai syarat kelulusan maka buku pedoman penyusunan skripsi atau karya ilmiah ini telah disusun secara sistematis dan formal dengan membentuk tim peyusun yang terdiri dari dosen yang kompoten di bidangtersebut.Pada Pedoman Karya Ilimiah ini terdiri dari beberapayakni pada Bab I membahas tentang ketentuan umum pedoman karya ilimiah. Pada Bab II membahas pedoman penulisan proposal penelitian. Bab II membahas sistematika penulisan skripsi dan Bab IV sistematika penulisan publikasi ilmiah.

Batam

Tim Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………………………………………………………. 1
Daftar Isi…………………………………………………………………… 4
BAB I :KETENTUAN UMUM…………………………………………… 6
Pendahuluan……………………………………………………….. 6
Pengertian………………………………………………………….. 6
Tujuan……………………………………………………………… 7
Bobot SKS……………………………………………………………………. 8
Norma-norma Akademik dalam Penyusunan
Tugas Akhir/Skripsi………………………………………………… 8
Alur Penyusunan Skripsi………………………………………….. 9
Prasyarat Pengajuan Judul dan Batas Waktu
Tugas Akhir/ Skripsi……………………………………………………….. 10
Pembimbing………………………………………………………… 11
Tata Tertib dan Tata Cara Ujian Tugas Akhir/Skripsi…………… 13
Penilaian Proposal dan Skripsi……………………………………. 16
Format Penilaian…………………………………………………… 17
BAB II : PEDOMAN PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN……… 20
Pengertian Proposal Skripsi……………………………………… 20
Sistematika Proposal Skripsi……………………………………… 20
BAB III :PEDOMAN PENYUSUNAN TUGAS AKHIR/ SKRIPSI…… 24
Penyusunan Laporan Tugas Akhir/Skripsi……………………… 24
Pelaksanaan Penelitian……………………………………………. 34
Seminar Proposal dan Sidang/Ujian Tugas Akhir/Skripsi……. 35
Tahap Penyelesaian……………………………………………….. 35
Artikel Ilmiah Publikasi…………………………………………… 37
BAB IV : TATA TULIS TUGAS AKHIR/SKRIPSI……………………. 38
Bahan Dan Ukuran Kertas……………………………………….. 38
Pengetikan…………………………………………………………. 38
Pedoman Pengutipan……………………………………………… 55
Pencetakan/ Penjilidan……………………………………………. 63
BAB V : SISTEMATIKA PENULISAN PUBLIKASI ARTIKEL ILIMIAH
Pendahuluan……………………………………………………….. 67
Dasar Hukum……………………………………………………… 67
Pengertian dan Syarat-syarat Artikel……………………………. 67
Penjelasan Bagian-bagian Artikel………………………………… 68
Penulisan Daftar Pustaka…………………………………………. 69
Alur Penulisan dan Penyerahan Artikel
Kepada Koordinator Karya Ilmiah ……………………………… 70

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pendahuluan
Setiap perguruan tinggi, fakultas atau program studi memiliki spesifikasi keilmuan tertentu yang saling berbeda, sehingga jelas diperlukan adanya ketentuan-ketentuan spesifik yang hanya berlaku bagi perguruan tinggi, fakultas atau jurusan tersebut. Ketentuan-ketentuan spesifik ini akan memberi tahu secara lebih kongkret tentang apa yang seharusnya dilakukan, baik oleh mahasiswa maupun oleh dosen yang bertugas membimbing dan/atau menilai proposal dan skripsi. Dalam konteks inilah buku kecil dan sederhana ini diterbitkan.
Buku ini dimaksudkan sebagai panduan praktis penyusunan proposal skripsi untuk civitas akademika Universitas Riau Kepulauan khususnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Seperti diketahui, proposal dan skripsi termasuk tulisan atau karya ilmiah, sehingga proposal dan skripsi terikat erat dengan sistem dan ketentuan-ketentuan penulisan ilmiah yang ketat, baik dalam segi isi, bahasa maupun teknik penulisannya. Oleh karena itu diperlukan panduan penulisan skripsi yang dimaksudkan sebagai pedoman bagi mahasiswa dalam menyusun proposal dan laporan hasil penelitian dalam bentuk skripsi. Panduan ini juga berguna bagi dosen pembimbing dalam melaksanakan proses pembimbingan penyususnan proposal penelitian dan penulisan skripsi. Selain itu, menulis karya tulis ilmiah dapat menjadi tradisi akademik bagi dosen dan mahasiswa.

Pengertian
Skripsi adalah sebuah karya ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa program strata satu (S1) pada akhir studinya. Karya ilmiah ini merupakan laporan penelitian lapangan maupun non lapangan yang dilakukan oleh para mahasiswa secara mandiri. Skripsi merupakan karya tulis ilmiah yang wajib dikerjakan oleh setiap Mahasiswa yang mengambil jenjang program studi Strata Satu (S-1), di Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau Kepulauan, sebagai tugas akhir dalam studi mereka. Skripsi juga merupakan sebuah bukti yang menunjukkan kemampuan akademik Mahasiswa yang bersangkutan dalam penelitian yang berhubungan dengan masalah pendidikan sesuai dengan bidang studinya. Pegertian lain Skripsi yakni suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian yang membahas suatu masalah dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku dalam suatu bidang ilmu.
Penulisan skripsi pada dasarnya dimaksudkan untuk mengevaluasi kemampuan mahasiswa dalam memecahkan problematika dalam lingkup disiplin keilmuannya melalui metode ilmiah. Dalam melakukan penelitian untuk menyusun skripsi tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mengekspresikan pengetahuan yang telah diperolehnya selama mengikuti perkuliahan. Dalam mengdukung keberhasilan mahasiswa untuk mengekspresikan kemampuan tersebut sekaligus menghasilkan skripsi yang berkualitas, maka disusunlah buku panduan pedoman penulisan skripsi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau Kepulauan.
Tujuan
Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai setelah mahasiswa menyelesaikan kegiatan penyusunan skripsi/tugas akhir :
Mahasiswa secara mandiri mampu melakukan penelaahan kepustakaan yang relevan dengan masalah yang akan diteliti;
Mahasiswa mampu menerapkan kemampuan bernalar keilmuan dalammerumuskan permasalahan dan mencari pemecahan masalah serta mampumengkomunikasikan baik secara tertulis dalam bentuk laporan skripsimaupun secara lisan terutama pada ujian skripsi;
Mampu menyusun dan menulis karya ilmiah yang sesuai dengan pedoman karya ilmiah;
Mampu memahami ketentuan-ketentuan umum dalam menulis karya ilmiah;
Mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengembangkan keilmuan yang dimilikinya dengan menggunakan metode ilmiah; dan
Mahasiswa mampu menulis publikasi ilmiah sesuai dengan kaidah yang terdapat pada pedoman karya ilmiah.
Bobot SKS
Penulisan skripsi memiliki kedudukan yang sama dengan mata kuliah yang lain, namun berbeda dalam hal bentuk, proses belajar mengajar dan cara penilaiannya. Bobot skripsi ditetapkan berdasarkan pada ketentuan-ketentuan yang berlaku di Universitas Riau Kepulauan yaitu sebesar 6 SKS atau yang setara dengan kegiatan akademik setiap minggu sebesar 24 – 30 jam SKS selama satu semester atau juga setara dengan kegiatan akademik sebesar 600 – 750 jam. Skripsi ini adalah sebagai tugas akhir (final assignment) mahasiswa program S1 dengan mempertimbangkan keterbatasan kemampuan dari mahasiswa dalam melakukan kegiatan penelitian.
Norma-Norma Akademik dalam Penyusunan Tugas Akhir/Skripsi
Dalam menulis tugas akhir/skripsi, mahasiswa harus patuh dan taat pada norma-norma akademik sebagai berikut:
Keaslian, yaitu mahasiswa harus menulis dan menciptakan karya sendiri.
Kemanfaatan, yaitu mahasiswa mampu memberikan kontribusi positif baik secara teori maupun praktis pada bidang yang ditekuninya.
Kedalaman, yaitu mahasiswa mampu menguraikan topik permasalahan dalam karya ilmiahnya secara mendalam, sehingga mahasiswa benar-benar menguasai dan ahli dalam bidang tersebut.
Keterpaduan, yaitu mahasiswa mampu memahami keterpaduan/keterkaitan materi-materi kuliah yang diterimanya dalam penyusunan tugas akhir/skripsi.

Alur Penyusunan Skripsi
ALUR BIMBINGAN PROPOSAL / SKRIPSI

Pengajuan Judul Skripsi kepada Program Studi diterima setiap hari.

Prasyarat Pengajuan Juduldan Batas Waktu Tugas Akhir
Dalam mengajukan skripsi mahasiswa harus memenuhi ketentuan yang berlaku dalam lingkungan Program Studi Ilmu Pemerintahan:
Persyaratan Akademik dalam Membuat Tugas Akhir
Seorang mahasiswa diperkenankan menyusunskripsi bilamana memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
Terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada semester berjalan dengan bukti menyerahkan kwitansi SPP semester berjalan kepada program studi;
Telah menempuh minimal sebanyak 130 SKS sesuai dengan yang ditetapkan oleh Program Studi Ilmu Pemerintahan;
IP Kumulatif sekurang-kurangnya 2,75;
Telah menyelesaikan semua mata kuliah prasyarat bagi pendidikan di Program Studi Ilmu Pemerintahan;
Menyerahkan kwintansi pembayaran proposal tugas akhir/skripsi; dan
Telah lulus test TOEFL sesuai dengan pasing grade yang di tetapkan dengan minimal skor 380.

Batas Waktu Proses Penulisan Skripsi
Batas waktu dalam proses penulisan skripsi adalah 1 (satu) semester.
Jika mahasiswa belum dapat menyelesaikan skripsi dalam satu semester, kepadanya diberikan kesempatan untuk menyelesaikan skripsi pada semester berikutnya, dengan syarat yang bersangkutan telah memenuhi persyaratan administratif yang berlaku di Universitas Riau Kepulauan.
Jika dalam jangka waktu 2 (dua) semester mahasiswa belum dapat menyelesaikan skripsinya, maka ketua program studi mengevaluasi proses pembimbingan bersama pembimbing skripsi dan menentukan bagaimana proses pembimbingan skripsi selanjutnya.

Pembimbing
Pembimbing Skripsi
Dalam penyusunan penulisan tugas akhir/skripsi mahasiswa perlu didampingi oleh Dosen pembimbing. Dosen pembimbing adalah dosen yang ditunjuk dan ditetapkan dengan surat keputusan dekan untuk melakukan pembimbingan. Mahasiswa akan dibimbing oleh dua orang pembimbing, yakni Pembimbing Utama dan Pembimbing Pendamping.Dosen pembimbing adalah dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang memenuhi syarat sebagai berikut:
Berijazah minimun Magister/Master (S2) untuk bimbingan tugas akhir/skripsi program S1.
Dosen yang ditunjuk menjadi dosen pembimbing minimal telah memiliki publikasi ilmiah jurnal nasional sebanyak 2 buah.
Dosen yang ditunjuk menjadi dosen pembimbing memiliki jabatan fungsional minimal Assisten Ahli.
Memiliki keahlian yang relevan dengan topik tugas akhir/skipsi mahasiswa yang bersangkutan.
Menyatakan secara tertulis kesediaan membimbing penyusunan tugas akhir/skripsi mahasiswa yang bersangkutan. Surat Pernyataan di siapkan oleh masing-masing program studi.
Persyaratan Pembimbing
Pembimbing Utama
Pembimbing utama adalah tenaga pengajar atau dosen tetap Program Studi Ilmu Pemerintahan.
Berdasarkan Surat Edaran dari Wakil Rektor I Universitas Riau Kepulauan Nomor: 291/WR-I/UNRIKA/XI/2012 bahwa Pembimbing Utama serendah-rendahnya memiliki jabatan akademik asisten Ahli atau dalam proses pengajuan di Kopertis dengan memiliki ijazah S-2 atau bergelar master/ magister atau yang sederajat.
Apabila tenaga pengajar atau dosen tetap Program Studi Ilmu Pemerintahan yang memenuhi persyaratan seperti pada butir (2) di atas tidak ada atau jumlahnya tidak mencukupi, maka fakultas atau program studi dapat menunjuk tenaga pengajar/dosen tetap lain atau di luar UNRIKA yang memenuhi persyaratan serendah-rendahnya memiliki jabatan lektor dengan memiliki ijazah Master.
Pembimbing Pendamping
Pembimbing Pendamping adalah tenaga pengajar atau dosen tetap Program Studi Ilmu Pemerintahan.
Berdasarkan Surat Edaran dari Wakil Rektor I Universitas Riau Kepulauan Nomor: 291/WR-I/UNRIKA/XI/2012 bahwa Pembimbing Pendamping serendah-rendahnya memiliki jabatan akademik asisten Ahli atau dalam proses pengajuan di Kopertis dengan memiliki ijazah S-2 atau bergelar master/magister atau yang sederajat.

Tugas dan Tanggung Jawab Pembimbing Tugas Akhir/Skripsi
Tugas dan tanggung jawab dosen pembimbing tugas akhir/ skripsidijelaskan sebagai berikut:
Mengarahkan/membimbing mahasiswa dalam menyusun rancangan penelitian.
Mengawasi/membimbing mahasiswa dalam mengumpulkan data penelitian.
Mengarahkan/membimbing mahasiswa dalam teknik penulisan penelitian.
Mendampingi dan menguji mahasiswa dalam ujian tugas akhir/ skripsi.
Dalam mengupayakan efektivitas dan efisiensi proses bimbingan, pembimbing terdiri dari 2 dosen pembimbing, dengan tugas sebagai berikut:
Pembimbing I bertanggung jawab tentang substansi, konsep, analisis, metodologi penelitian.
Pembimbing II bertanggung jawab tentang sistematika dan teknis penulisan.Pembimbing II dapat memberikan masukan kepada pembimbing I namun tidak dapat mengganti substansi penelitian.
Pergantian Pembimbing
Dalam melancarkan proses bimbingan tugas akhir/skripsi mahasiswa, apabila terkendala dengan proses bimbingan, maka pergantian pembimbing dapat dilakukan dengan ketentuan antara lain:
Pergantian pembimbing dapat dilakukan jika:
Pembimbing sakit dalam rentang waktu cukup lama, atau meninggal dunia;
Pembimbing mendapat tugas belajar atau tugas negara sehingga tidak memungkinkan lagi untuk melakukan bimbingan;
Pembimbing melalaikan tugasnya sebagai pembimbing dalam jangka waktu tiga bulan;
Dosen pembimbing mengundurkan diri sebagai pembimbing pada mahasiswa yang bersangkutan;
Pembimbing berhenti sebagai dosen di Fakultas;
Mahasiswa mengajukan pergantian pembimbing apabila mengalami kendala seperti pont a, dengan surat tertulis. Contoh surat pada lampiran.
Pergantian pembimbing disahkan oleh Dekan setelah melalui proses pertimbangan di tingkat program studi.
Pembimbing pengganti harus memenuhi syarat sebagaimana ditetapkan.
Tata Tertib dan Tata Cara Ujian Tugas Akhir/Skripsi
Tata Tertib
Mahasiswa yang akan melaksanakan Ujian Pendadaran Skripsi, menggunakan pakaian:
Pria : Baju putih lengan panjang, berdasi, celana panjang warna hitam, almamater, dan bersepatu hitam;
Wanita : Baju putih lengan panjang, rok warna hitam, almamater, dan bersepatu hitam.
Mahasiswa menyiapkan Power Point disaat Ujian Pendadaran Skripsi dan menggunakan proyektor (infocus);
Hadir selambat-lambatnya 15 menit sebelum ujian berlangsung (sesuai jadwal ujian);
Membawa alat tulis;
Jika Mahasiswa tidak dapat hadir/ tidak terlaksananya ujian sesuai jadwal yang sudah ditentukan, maka akan dijadwalkan kembali oleh Ka. Prodi Ilmu Pemerintahan; dan
Apabila dalam salah satu point diatas tidak terpenuhi, maka ujian skripsi Mahasiswa bersangkutan akan dijadwalkan kembali oleh Ka. Prodi Ilmu Pemerintahan.
Ujian Proposal Skripsi
Mahasiswa dapat mengajukan ujian proposal skripsi ke Program Studi setelah proposalnya disetujui oleh Pembimbing Utama dan Pembimbing Pendamping dibuktikan dengan ditandatangani oleh Tim Pembimbing.
Ujian proposal dilaksanakan dihadapan sidang yang terdiri 1 (satu) orang Dosen Penguji Ahli, Moderator dan dihadiri minimal lima orang mahasiswa.
Dalam ujian proposal, Mahasiswa yang akan diuji harus menyerahkan draft proposalnya sebanyak 2 (dua) rangkap kepada Program Studi paling lambat 3 (tiga) hari kerja sebelum ujian dilaksanakan yang akan dibagikan kepada :
1 (satu) buah untuk penguji ahli; dan
1 (satu) buah untuk Mahasiswa.
Ujian Skripsi
Mahasiswa dapat mengajukan ujian pendadaran skripsi ke Program Studi setelah skripsinya dinyatakan layak untuk ujian sarjana dan telah mendapat persetujuan serta ditandatangani oleh Tim Pembimbing.
Ujian skripsi dilakukan dihadapan sidang yang disebut dengan ujian pendadaran skripsi yang dihadiri oleh Dosen Pembimbing Utama merangkap sebagai pimpinan sidang dan sebagai penguji, Dosen Pembimbing Pendamping merangkap sebagai penguji dan Dosen Penguji Ahli.
Dalam ujian skripsi, Mahasiswa yang akan diuji harus menyerahkan draft skripsinya sebanyak 4 (empat) rangkap kepada Program Studi paling lambat 2 (dua minggu) sebelum ujian dilaksanakan yang akan dibagikan kepada :
1 (satu) jiliddraft skripsi untuk pembimbing utama;
1 (satu) jilid draft skripsiuntuk pembimbing pendamping (penguji);
1 (satu) jilid draft skripsi untuk penguji; dan
1 (satu) jilid draft skripsi untuk Mahasiswa.

Tugas dan Tanggung Jawab Penguji
Tim penguji tugas akhir/skripsi ditetapkan oleh surat keputusan dekan/direktur fakultas masing-masing;
Menguji tugas akhir/skripsi mahasiswa terhadap kemampuan dan pemahaman keilmuan serta proses terhadap tugas akhir/skripsi yang dikerjakan mahasiswa;
Memberikan nilai secara lengkap di akhir seminar kepada mahasiswa yang diuji;
Memberikan persetujuan perbaikan apabila ada perbaikan atau usulan yang diperlukan untuk melengkapi tugas akhir/skripsi setelah sidang, persetujuan diberikan apabila perbaikan sudah dilakukan oleh mahasiswa;
Memberikan masukan kepada pembimbing utama untuk mengubah substansi sesuai saran dari dewan penguji apabila dianggap tidak memenuhi kriteria kaidah karya ilmiah.
Pergantian Penguji
Dalam menjalankan proses ujian seminar proposal dan seminar hasil pada tugas akhir/skripsi, penguji dapat dilakukan pergantian dengan ketentuan:
Dosen melaksanakan studi di luar kota/ luar negeri;
Dosen berhalangan dalam jangka waktu minimal 2 bulan;
Dosen tidak dapat memberikan kepastian waktu hingga 30 hari sejak ditetapkan sebagai penguji; dan
Pergantian penguji dapat dilakukan pada tingkat program studi dengan pertimbangan sesuai poin a, b danc.
Penilaian Proposal dan Skripsi
Dalam ujian Tugas Akhir Program Sarjana penilaian meliputi :
Kemampuan Penyajian
Mampu mengemukakan konsep dan teori yang relevan
Mampu berbicara secara rasional
Mampu menyajikan materi secara sistematis
Mampu menekankan berbagai hal yang dianggap penting.
Memiliki kemampuan teknik dalam menyajikan materi secara keseluruhan

Kemampuan Berargumentasi
Mampu berdialog dan menyampaikan pendapat secara efektif
Mampu menjawab pertanyaan dengan jelas dan tepat
Mampu menerima pendapat secara kritis
Mampu mengendalikan emosi
Berani dengan jujur dalam mengemukakan pendapat.
Penentuan Nilai Akhir
Ketua Tim penguji memimpin musyawarah untuk menentukan nilai akhir ujian yang dinyatakan dengan huruf A, B, C, D, atau E. Nilai Akhir dari Tugas Akhir juga termasuk nilai pelaksanaan Tugas Akhir yang ditentukan oleh Dekan.
Kriteria penilaian ujian Tugas Akhir Program Sarjana adalah
Lulus tanpa perbaikan
Lulus dengan perbaikan skripsi
Tidak lulus, mengulang ujian dengan perbaikan skripsi
Tidak lulus dan harus membuat skripsi baru
Untuk dapat dinyatakan lulus ujian Tugas Akhir Program Sarjana, seorang Mahasiswa harus mendapat kriteria seperti dijelaskan di point 4 (empat) diatas dengan kriteria yang diberikan Tim Penguji yaitu Lulus Tanpa Perbaikan dan/atau Lulus Dengan Perbaikan Skripsi, serta sekurang-kurangnya harus mencapai nilai C.
Mahasiswa yang dinyatakan belum lulus ujian pendadaran skripsi harus melaksanakan keputusan Tim penguji. Mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus, mengulang ujian dengan perbaikan skripsi, maka harus ujian kembali dengan membayar ujian pendadaran skripsi.
Mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus dan harus membuat skripsi baru, maka harus ujian pendadaran skripsi kembali dengan membayar ujian pendadaran skripsi dan ujian proposal skripsi.
Gugur atau gagalnya ujian skripsi yang dimaksud disini adalah apabila hasil ujian dinyatakan Lulus dengan Revisi Skripsi oleh Tim Penguji, namun setelah rentang waktu 2 (dua) minggu revisi dari jadwal ujian skripsi mahasiswa belum melakukan revisi/mengerjakan dan melaporkan hasil revisinya kepada pembimbing skripsi dan/atau penguji skripsi, maka Mahasiswa dinyatakan gagal dalam ujian skripsinya dan Mahasiswa diwajibkan kembali ujian skripsi sesuai dengan keputusan Tim Penguji, dengan kata lain, Mahasiswa maksimal 2 (dua) minggu untuk melakukan revisi. Jika melebihi batas maksimal tersebut, Mahasiswa harus melaksanakan ujian ulang sesuai dengan keputusan Tim Penguji dan persetujuan Ketua program studi.
Format Penilaian
Penilaian merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir/skripsi/tesis. Indikator penilaian dan proses penilaian dijelaskan sebagai berikut:
Ujian Proposal Skripsi/Tugas Akhir
Aspek Penilaian Bobot
(B) Nilai
(N)
0 – 100 B x N
Bagian Isi
Latar belakang masalah dan Perumusan masalah 2
Kesesuaian dan kedalaman teori yang relevan 2
Metode Penelitian 1
Format Penulisan 2
Presentasi
Penyajian 1
Kemampuan mempertahankan ide tulisan di hadapan penguji 2
Jumlah (?) 10

Nilai Akhir = Jumlah Bobot x Nilai
jumlah bobot

Nilai akhir mahasiswa pada seminar proposal tugas akhir/skripsi/ tesis adalah nilai rata-rata dari jumlah nilai yang diberikan oleh semua penilai dalam sidang. Format penilaian lengkap dan berita acara pada lampiran.

Ujian Skripsi/Tugas Akhir
Aspek Penilaian Bobot
(B) Nilai
(N)
0 – 100 B x N
Bagian Isi
Latar belakang masalah dan Perumusan masalah 1
Kesesuaian dan kedalaman teori yang relevan 1
Metode Penelitian 1
Hasil dan Pembahasan 2
Kesimpulan dan saran 1
Format Penulisan 1
B.Presentasi
Penyajian 1
Kemampuan mempertahankan ide tulisan di hadapan penguji 2
Jumlah (?) 10

Nilai Akhir = Jumlah Bobot x Nilai
jumlah bobot

Nilai akhir mahasiswa pada seminar hasil, tugas akhir/skripsi adalah nilai rata-rata dari jumlah nilai yang diberikan oleh semua penilai dalam sidang. Format penilaian lengkap dan berita acara pada lampiran.

BAB II
PEDOMAN PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN
Pengertian Proposal Skripsi
Proposal penelitian adalah rancangan atau rencana yang disusun oleh seorang peneliti untuk melakukan penelitian. Dalam proposal penelitian ini, peneliti menjelaskan apa saja yang akan dilakukannya agar ia berhasil mencapai tujuan penelitiannya. Peneliti menjelaskan alasan ilmiah tentang pentingnya melakukan penelitian pada topik permasalahan yang dipilih. Ia juga dapat memformulasikan dengan baik pernyataan atau pertanyaan-pertanyaan yang ingin ia cari jawabannya dalam penelitian. Peneliti dapat menerangkan cara-cara (metode) yang akan diterapkannya agar dapat menjawab pertanyaan penelitian yang telah dibuatnya dengan baik. Proposal penelitian dibuat oleh peneliti dengan sebaik mungkin agar orang atau lembaga terkait dengan penelitian itu benar-benar memahami pentingnya penelitian itu dilakukan, agar orang atau lembaga tersebut mendukung dilaksanakannya penelitian.
Sistematika Proposal Skripsi
Proposal tugas akhir/skripsi merupakan langkah awal bagi mahasiswa Program Sarjana untuk menyelesaikan tugas akhir. Penyusunan proposal mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
Pengajuan judul
Penetapan judul
Bimbingan
Seminar
Perbaikan
Menyerahkan proposal tugas akhir/skripsi yang telah disetujui pembimbing I dan pembimbing II ke program studi

Proposal Tugas akhir/ Skripsi
Proposal mempunyai komponen-komponen sebagai berikut:
Bagian Awal Proposal
Bagian awal dari proposal tugas akhir/ skripsi terdiri atas halaman sampul dan halaman persetujuan pembimbing. Berikut ini penjelasan tentang penulisan kedua halaman tersebut.
Halaman Sampul
Halaman sampul proposal tugas akhir/skripsi memuat beberapa komponen, yaitu:
Judul proposal tugas akhir/skripsi (menggunakan huruf kapital, Times new roman, bold, ukuran 14)
Sub judul proposal tugas akhir/skripsi,(huruf pertama dari setiap kata adalah huruf kapital, kecuali kata sambung)
Logo Universitas Riau Kepulauan (± 3cm)
Nama Mahasiswa
Nomor Pokok Mahasiswa
Nama Program Studi
Nama Fakultas
Nama Universitas (Universitas Riau Kepulauan)
Tempat terbit (Batam)
Tahun Terbit.
Sampul menggunakan kertas tipis/lunak (soft cover, A4 80 gram)
Halaman Persetujuan Pembimbing
Halaman Persetujuan Pembimbing memuat pernyataan bahwa proposal tugas akhir/skripsi yang disusun oleh mahasiswa telah disetujui oleh Dosen Pembimbing.
Bagian Utama Proposal
Pendahuluan,berisi: (2 variabel)
Latar belakang masalah yang disertai dengan data dan sumber yang valid dan relevan.
Identifikasi masalah.
Pembatasan masalah dan atau fokus penelitian.
Rumusan masalah.
Tujuan penelitian.
Manfaat penelitian.
Landasan Teori,berisi:
Landasan teori (secara komprehensif) yang meliputi deskripsi, analisis dan sintesis mengenai teori, pemikiran mutakhir tentang berbagai isu, yang relevan dengan masalah yang akan diteliti.
Kajian hasil-hasil penelitian yang relevan.
Definisi Konseptual
Definisi Operasional
Kerangka pikir yang merupakan kajian teoretis tentang keterkaitan antarvariabel dalam menjawab atau memecahkan permasalahan penelitian.
Rumusan hipotesis dan atau pertanyaan penelitian (jika ada).
Referensi yang dipergunakan pada bab ini meliputi:
Buku teks berbahasa Inggris.
Buku teks berbahasa Indonesia.
jurnal ilmiah atau hasil penelitian, sekurang-kurangnya:
5 buah textbooks dengan ISBN
5 buah jurnal ilmiah atau hasil penelitian dengan ISSN
3 buah artikel dari internet berbahasa inggris, untuk masing-masing variabel.
Sumber-sumber selain yang disebut, dapat dipergunakan sebanyak-banyaknya, tidak ada batas minimalnya.
Referensi yang digunakan adalah referensi yang terbaru minimal 10 tahun terakhir.
Metode Penelitian,berisi:
Jenis penelitian dan/atau desain penelitian,
Subjek penelitian (penelitian kualitatif), populasi dan sampel (penelitian kuantitatif), lokasi atau latar (setting) penelitian seperti pada penelitian kualitatif
Variabel atau objek penelitian yang dilengkapi dengan definisi operasionalnya,
Teknik analisis instrumen pengumpulan data, pencapaian kredibilitas penelitian pada penelitian kualitatif atau validitas dan reliabilitas instrumen pada penelitian kuantitatif, dan
Teknik analisis data.
Daftar pustaka.
Daftar ISI Proposal
Pendahuluan
Latar belakang masalah
Rumusan masalah.
Tujuan penelitian.
Manfaat penelitian.
Landasan Teori
Landasan teori
Penelitian Terdahulu
Definisi Konseptual
Definisi Operasional
Kerangka pikir.
Rumusan hipotesis (jika ada).
Metode Penelitian
Jenis penelitian
Subjek penelitian
Populasi/sampel (penelitian Kualitatif/kuantitatif),
Lokasi Penelitian
Objek penelitian
Teknik analisis data.
Daftar pustaka

BAB III
PEDOMAN PENYUSUNAN TUGAS AKHIR/SKRIPSI
Penyusunan Laporan Tugas Akhir/Skripsi
Sistematika penulisan tugas akhir/skripsi dibuat dengan mengikuti aturan, isi, bahasa dan tata tulis yang di tetapkan sebagai berikut:
Bagian Awal Laporan Tugas Akhir/ Skripsi
Bagian awal dari laporan tugas akhir/ skripsi terdiri atas:
Halaman Sampul
Ketentuan halaman sampul laporan tugas akhir/ skripsi adalah sebagai berikut:
Warna sampul
Adapun ketentuan warna sampul laporan tugas akhir/skripsi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik adalah warna oranye.
Kertas sampul menggunakan kertas yang berbahan tebal dan keras, berjenis linen, dan dilaminasi.
Halaman sampul laporan tugas akhir/ skripsi wajib memuat:
Penulisan Judul
Judul disusun dengan bentuk segi tiga terbalik, dengan menggunakan jenis huruf Times New Roman, ukuran 14, dengan jarak 1 spasi.
Sub judul proposal tugas akhir/skripsi,(huruf pertama dari setiap kata adalah huruf kapital, kecuali kata sambung)
Jenis tugas akhir/ skripsi
Jenis karya ilmiah ditulis di bawah judul dengan posisi di tengah, tanpa uraian peruntukannya
Logo Universitas Riau Kepulauan.
Gambar logo menggunakan tinta warna emas, dengan diameter ± 3 cm.
Nama mahasiswa
Nama mahasiswa, ditulis dengan huruf kapital dan bold (tebal) dengan jenis huruf Times New Roman, ukuran 14, dengan jarak 1 spasi, dan menggunakan underline (digaris bawahi).
Nomor Pokok Mahasiswa
Nomor pokok mahasiswa ditulis dengan menggunakan jenis huruf Times New Roman, ukuran 14.
Nama program studi
Nama Fakultas
Nama Universitas (Universitas Riau Kepulauan)
Tempat terbit (Batam)
Tahun terbit.
Cara pengetikan sampul mengikuti aturan yang ditetapkan (lihat lampiran 1 halaman 56 sebagai contoh).
Halaman Judul
Format dan teknik penulisan halaman judul sama dengan penulisan halaman sampul, hanya pada halaman judul ditambahkan peruntukan yang diletakkan di antara jenis karya ilmiah dan nama serta identitas penulis. (lihat lampiran 2, halaman 57 sebagai contoh).
Halaman persembahan
Berisi ekspresi perasaan penulis dan ditujukan kepada pihak yang perlu diberi penghormatan atau penghargaan. Halaman persembahan ditujukan kepada orang yang lebih tua dan/atau almamater. Kalimat dalam halaman persembahan ditulis secara sentence case. Persembahan ditulis di bagian tengah halaman (simetris secara vertikal dan horisontal). Huruf yang digunakan untuk menulis persembahan harus sama dengan huruf substansi karya ilmiah. (lihat lampiran 10, halaman 65 sebagai contoh).
Halaman Pernyataan
Berisi pernyataan bahwa karya ilmiah tersebut merupakan hasil karya yang ditulis dan dilakukan sendiri pada kurun waktu tertentu, belum pernah diajukan pada institusi mana pun, dan bukan karya plagiat. Pembuatan pernyataan bertujuan agar mahasiswa mempunyai tanggung jawab secara ilmiah dan moral terhadap substansi karya ilmiah yang dibuatnya. (lihat lampiran 9, halaman 64 sebagai contoh)
Halaman Pengesahan Hasil Revisi Seminar Proposal dan Seminar Hasil. Tugas Akhir/Skripsi.
Berisi pernyataan persetujuan dari pimpinan sidang dan anggota penguji tentang telah dilakukan perbaikan terhadap hasil seminar proposal atau seminar hasil dari tugas akhir/skripsi, sesuai dengan arahan yang relevan dari pimpinan sidang dan anggota penguji terhadap tugas akhir/skripsi.
Halaman Persetujuan
Berisi pernyataan bahwa karya ilmiah telah disetujui oleh pihak yang berwenang, yaitu tim penguji dan disahkan oleh pimpinan program studi dan fakultas. Pada halaman pengesahan tidak perlu dicantumkan foto mahasiswa. (lihat lampiran 7, halaman 62 sebagai contoh).
Halaman Kata Pengantar
Pada umumnya kata pengantar diawali dengan ungkapan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya suatu karya ilmiah dan diikuti dengan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu pelaksanaan penelitian, baik secara institusional maupun perorangan. Ungkapan disampaikan secara formal, lugas, dan wajar, serta tidak menggunakan gaya bahasa yang berlebihan. Prakata sebaiknya tidak melebihi satu halaman. Pada akhir teks cantumkan tempat, bulan dan tahun penyelesaian tugas akhir/skripsi/ tesis pada bagian kanan bawah, yang diikuti kata “penulis” dibawahnya. Dibagian bawah diketik nomor halaman dengan angka romawi kecil.
Tata cara ucapan terimakasih dalam prakata adalah sebagai berikut:
Jajaran Rektorat
Jajaran Dekanat
Jajaran Program Studi
Jajaran Dosen Pembimbing
Jajaran Orang Tua kandung.
Jajaran keluarga dan orang-orang yang dihormati dan dikasihi.
Cara pengetikan kata pengantar mengikuti aturan (lihat lampiran 11, halaman 66 sebagai contoh).
Halaman Abstrak
Abstrak dituliskan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Abstrak hendaknya tidak lebih dari 200 kata (dengan 1 spasi) dan tidak menyebutkan acuan. Pada akhir abstrak dicantumkan kata-kata kunci yang terkait dengan topik tugas akhir/skripsi yang dibuat, 3 (tiga) sampai 5 kata kunci.
Halaman abstrak menyajikan intisari karya ilmiah yang meliputi:
Masalah dan tujuan penelitian
Metode yang digunakan
Hasil yang diperoleh
Kesimpulan utama
Cara penulisan dan pengetikan abstrak mengikuti aturan yang ditetapkan (lihat lampiran 5 dan 6, halaman 60-61 sebagai contoh).
Halaman Daftar Isi
Halaman ini diberi judul “DAFTAR ISI” dan diletakkan pada bagian batas atas kertas. Setiap tulisan yang ada pada halaman ini tidak diakhiri titik. Format penulisan menggunakan Times New Roman, dengan ukuran 12, dan jarak 1 spasi, bagian daftar isi yang dimasukkan dimasukkan adalah sebagai berikut:
Halaman “kata pengantar” sampai dengan “daftar lampiran” atau “daftar riwayat hidup mahasiswa”.
Bab.
Nomor Bab.
Judul Bab yang ditulis dengan huruf kapital.
Sub Bab, yang ditulis dengan huruf kecil, kecuali huruf pertama diawali dengan huruf kapital. Nomor Bab menggunakan huruf Romawi besar (I,II,III…dst), dan nomor sub bab ditulis dengan angka Arab (1,2,3,…dst), yang diawali dengan angka Arab yang bersesuaian dengan nomor bab.
Semua yang dicantumkan dalam daftar ini harus disertai dengan nomor halaman yang bersesuaian dan ditulis disebelah kanan kertas.
Penulisan sub bab pada ketukan ke-3, sedangkan sub bab pada ketukan ke-2 dari sub bab.
Cara pengetikan daftar isi dapat dilihat pada lampiran 12, halaman 67 sebagai contoh.
Halaman Pembatas
Halaman pembatas dimaksudkan sebagai pembatas antar babdalam karya ilmiah. Halaman pembatas terdapat logo Universitas Riau Kepulauan Batam (watermark)dengan warna orange. Lihat lampiran 16, halaman 76 sebagai contoh.
Halaman Daftar Tabel
Halaman daftar tabel diawali dengan judul “DAFTAR TABEL”, ditulis dengan huruf besar dan tebal, dan diletakkan pada bagian atas kertas. Daftar tabel memuat semua tabel dalam teks. Yang harus ada dalam daftar tabel adalah:
Nomor tabel
Judul tabel
Nomor halaman dimana tabel dicantumkan dalam tugas akhir/skripsi.
Jarak penulisan antara judul daftar tabel dengan baris pertama adalah satu spasi/single. Sementara itu jarak antar judul tabel berikutnya sepanjang satu setengah spasi, jarak penulisan judul tabel yang terdiri dari lebih satu baris adalah satu spasi single.
Halaman Daftar Gambar
Halaman daftar gambar diawali dengan judul “DAFTAR GAMBAR”, ditulis dengan huruf kapital, tebal, dan diletakkan dibagian tengah batas atas kertas. Daftar gambar memuat semua gambar yang ada dalam karya ilmiah. Bagian yang harus dicantumkan dalam daftar gambar adalah:
Nomor gambar.
Judul gambar.
Nomor halaman gambar dimana gambar diletakkan.

Bagian Utama Laporan Tugas Akhir/Skripsi
Bagian utama laporan tugas akhir/ skripsi terdiri dari:
Isi bagian utamalaporan disajikan dalam bentuk bab-bab, sub-bab dan atau tingkat hierarki judul yang lebih rinci, dengan menganut sistematika tertentu, yang diatur dalam buku pedoman ini. Perlu diperhatikan bahwa ada berbagai pendekatan penelitian yang dapat digunakan dalam penyusunannya. Pendekatan dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kajian secara ilmiah. Pendekatan penelitian tersebut secara garis besar sebagai berikut:
Skripsi Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif berusaha mengungkapkan gejala secara menyeluruh dan sesuai konteks (holistic contextual) melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian semacam ini bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna dari sudut pandang subyek lebih ditonjolkan. Laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri alamiahnya. Berikut ini sistematika penulisannya.

BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
BAB II LANDASAN TEORI
Kajian Teori
Kajian Penelitian yang Relevan
Definisi Konseptual
Definisi Operasional
Kerangka Berpikir
Pertanyaan Penelitian (jika diperlukan)
BAB III METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Lokasi dan Waktu Penelitian
Sumber Data
Informan
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Umum Obyek Penelitian
Deskripsi Hasil Penelitian
Analisis Data
BAB V PENUTUP
Kesimpulan
Saran

Skripsi Penelitian Kuantitatif
Laporan hasil penelitian kuantitatif yang ditulis dalam bentuk karya ilmiah, terutama ditunjukkan untuk kepentingan masyarakat akademik. Laporan berisi apa yang diteliti secara lengkap, alasan hal itu diteliti, cara melakukan penelitian, hasil-hasil yang diperoleh, dan kesimpulan penelitian. Isinya disajikan secara lugas dan objektif. Format laporan cenderung baku, mengikuti ketentuan perguruan tinggi atau suatu kelompok masyarakat akademik. Berdasarkan pemikiran di atas, isi bagian inti skripsi sebagai laporan hasil penelitian kuantitatif disajikan dalam format sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
BAB II LANDASAN TEORI
Kajian Teori
Kajian Penelitian yang Relevan
Definisi Konseptual
Definisi Operasional
Kerangka Berpikir
Hipotesis Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Lokasi Penelitian
Populasi dan Sampel Penelitian
Variabel Penelitian
Instrumen Penelitian
Teknik analisis instrumen
Teknik Analisis Data
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Objek Penelitian
B. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Data
2.Analisis Data
BAB V PENUTUP
Kesimpulan
Saran

Bagian Akhir Laporan Tugas Akhir/ Skripsi
Bagian akhir dari laporan tugas akhir/ skripsi terdiri dari:
Daftar Pustaka
Berisi suatu daftar dari semua artikel dan pustaka lain yang diacu secara langsung di dalam tubuh tulisan, kecuali bahan-bahan yang tidak diterbitkan dan tidak dapat diperoleh dari perpustakaan. Teknik penulisan dan pengacuan dijelaskan secara terperinci pada kepustakaan.
Pencantuman daftar pustaka selain merupakan suatu bentuk penghargaan dan pengakuan atas karya atau pendapat orang lain juga sebagai etika ilmiah. Pencantuman pendapat orang lain tanpa merujuk sumbernya akan mengesankan plagiarisme. Komunikasi pribadi tidak termasuk dalam pustaka, bila diperlukan, nyatakan hal tersebut dalam catatan kaki.
Gambar (termasuk foto dan grafik)
Halaman ini diberi nomor halaman dan ikut dihitung. Gambar, grafik, lukisan garis, ataupun foto, hendaknya dirancang untuk memberikan pengertian yang lebih baik terhadap keterangan yang diberikan teks tugas akhir/skripsi. Judul dan keterangan gambar ditempatkan 1,5 spasi dibawah gambar, pengetikan tidak boleh melampaui batas kiri dan batas kanan. Semua keterangan ditulis dengan huruf kecil, kecuali awal kata “Gambar”, awal keterangan, dan kata nama, yang ditulis dengan huruf besar. Penomoran gambar dinyatakan dengan angka arab. Gambar merupakan kelompok ditandai dengan huruf a,b,c, dan seterusnya.
Tabel
Tabel merupakan alat bantu visual yang bermanfaat untuk menyajikan data secara jelas dan menyeluruh. Untuk itu tabel hendaknya dirancang dengan baik dan cermat, susunannya logis dan sederhana. Tabel dapat disusun memanjang dengan ketentuan sama seperti halnya gambar. Bila tabel melebihi satu halaman, dapat dilanjutkan pada halaman berikutnya dengan ketentuan sebagai berikut:
Dibawah atas bidang pengetikan dicantumkan identitas tabel diikuti keterangan”(lanjutan)”- yaitu dalam tanda kurung.
Diketik secara simetris.
Dua spasi dibawahnya diketikkan keterangan kolom-kolom tabel.
Garis penutup tabel diberikan hanya bila tabel sudah selesai seluruhnya.
Nomor tabel ditulis dengan huruf arab pada sudut atas sebelah kiri tabel. Baris terakhir judul tabel berjarak 1 cm dari batas atas tabel. Keterangan tabel diketik dibawah tabel dengan huruf kecil, kecuali awal keterangan dan kata nama, yang diketik dengan huruf besar. Lebar keterangan tidak melebihi batas kiri-kanan bingkai tabel. Jarak baris dalam tabel adalah 1 spasi. Jarak tabel dengan penjelasan tabel berjarak 2 spasi.
Lampiran
Dalam lampiran disajikan keterangan-keterangan yang dianggap penting untuk skripsi, tetapi yang akan mengganggu kelancaran membaca bila dicantumkan dibagian tubuh skripsi. Nomor lampiran dinyatakan dengan angka arab dan diketik di kiri atas bidang pengetikan. Judul lampiran diketik dengan huruf kecil, kecuali awal kata “LAMPIRAN”, awal keterangan, dan kata nama, yang diketik dengan huruf besar. Baris pertama teks lampiran tekslampiran diketik dua spasi di bawah baris terakhir judul lampiran. Bagian ini diawali halaman kosong yang ditandai kata “LAMPIRAN” ditengah bidang pengetikan. Halaman ini tidak ikut dihitung, tetapi seluruh halaman lampiran ikut dihitung dan diberi nomor halaman (lanjutan dari bagian isi skripsi). Pembatas antara lampiran satu dengan lampiran berikutnya diberi kertas warna, bertuliskan: lampiran, dibawah tulisan tersebut, tulis judul lampiran ditengah bidang pengetikan. Pembatas ini tidak diberi nomor halaman.
Cara pemberian nomor gambar dan pengetikan dalam halaman daftar gambar mengikuti aturan yang sama seperti halnya pada halaman daftar tabel. Lihat lampiran 14, halaman 74 sebagai contoh.

Daftar Lampiran
Halaman daftar lampiran diawali dengan judul “DAFTAR LAMPIRAN”, ditulis dengan huruf kapital dan tebal, dan diletakkan dibagian tengah batas atas kertas. Dalam daftar lampiran memuat semua lampiran yang ada dalam laporan tugas akhir/skripsi/tesis. Yang harus ada dalam daftar lampiran adalah:
Nomor lampiran
Judul lampiran
Nomor halaman dimana lampiran diletakkan
Cara pengetikan daftar lampiran dapat dilihat pada lampiran 15, halaman 75 sebagai contoh.
Halaman Daftar Istilah (jika ada)
Halaman daftar istilah diawali dengan judul “DAFTAR ISTILAH” yang ditulis di bagian tengah batas atas kertas. Daftar ini berisikan keterangan istilah-istilah yang digunakan dalam penulisan dan diperkirakan perlu diterangkan.
B. Pelaksanaan Penelitian
Tugas akhir/Skripsi harus disusun berdasarkan hasil penelitian dengan metode yang benar serta dilaksanakan dengan jujur. Pelaksanaan penelitian memiliki fungsi sentral dan sangat menentukan. Hal-hal berikut ini yang harus diperhatikan:
Setiap topik atau masalah penelitian menuntut pendekatan dan metode tertentu, dan mahasiswa harus sudah mempunyai kompetensi tentang pendekatan dan metode tersebut sebelum memulai penelitian.
Sebelum memulai proses penelitian, mahasiswa perlu melakukan prasurvei ke lokasi penelitian (baik laboratorium, sekolah, masyarakat, maupun setting lainnya) agar diperoleh permasalahan nyata dan kendala atau hambatan yang mungkin ada, dan tindakan antisipatif yang perlu dilakukan.
Selama proses penelitian, perlu diusahakan agar selalu ada kontak antara mahasiswa dengan tim pembimbing, dalam hal yang memerlukan pertimbangan atau persetujuan tim pembimbing dapat diperoleh secepatnya sehingga terhindar dari kesalahan yang lebih besar. Namun, harus pula diingat bahwa pada prinsipnya mahasiswa dituntut memiliki kemandirian dan tanggung jawab profesional secara penuh.
Karya ilmiah yang dihasilkan dari suatu penelitian kuantitatif akan mempunyai sistematika laporan yang berbeda dengan karya ilmiah yang dihasilkan dari suatu penelitian kualitatif. Diharapkan mahasiswa mengacu kepada Pedoman Penelitian atau Pedoman Karya Ilmiah, yang dibuat atau ditentukan oleh Universitas, Fakultas, ProgramStudi agar dapat menyelesaikan pelaporan hasil penelitiannya sesuai dengan format dan aturan tata tulis. Format dan aturan tata tulis dapat dilihat pada Bab IV buku panduan ini. Kesesuaian dengan format dan aturan tata tulis ini merupakan tanggung jawab mahasiswa sepenuhnya, dengan bimbingan dan arahan dari komisi pembimbing.

Seminar Proposal dan Sidang/Ujian Tugas akhir/Skripsi
Ujian proposal dan sidang/ujian tugas akhir/ skripsi dilaksanakan bagi mahasiswa yang telah:
Menyelesaikan penulisan naskah laporan proposal/laporan tugas akhir/skripsi/tesis dan mendapatkan persetujuan dari pembimbing yang telah ditetapkan.
Disahkan oleh ketua program studi.
Menyelesaikan semua urusan administrasi fakultas dan program studi.
Tahap Penyelesaian
Tahap penyelesaian akhir penyusunan tugas akhir/skripsi meliputi revisi perbaikan naskah tugas akhir/skripsi, dengan mempertimbangkan saran-saran anggota tim/dewan penguji dan penyelesaian persyaratan administratif.
Revisi Tugas akhir/ Skripsi
Setelah ujianberakhir, mahasiswa bertanggung jawab melakukan revisi untuk menyempurnakan karya ilmiahnya. Saran-saran dan keberatan atau komentar dari semua anggota dewan penguji harus diolah dan disusun menjadi lembar catatan revisi, untuk setiap penguji, dan dimintakan persetujuan kepada penguji yang bersangkutan setelah dilakukan revisi. Lembar ini harus dilampirkan (lepas, tidak ikut jilid) pada naskah karya ilmiah yang sudah direvisi, untuk diserahkan kepada bagian sekretariat program Studi.
Mahasiswa berkewajiban menemui semua anggota dosen penguji untuk memperoleh persetujuan atas hasil revisinya. Mahasiswa diberi waktu maksimal 2 minggu, tergantung pada banyak sedikitnya perbaikan yang dituntut dari hasil ujian. Jika dalam waktu yang ditentukan mahasiswa belum berhasil memperoleh persetujuan tertulis dari semua anggota komisi pembimbing atas hasil revisinya, mahasiswa wajib menempuh ujian ulang.
Hasil akhir revisi adalah naskah karya ilmiah yang sudah bebas dari kesalahan atau ralat, dan dalam keadaan belum dijilid ditunjukkan untuk dimintakan tanda tangan pengesahan dari semua anggota tim/dewan penguji dan ketua program studi.

2. Penyelesaian Administratif
Mahasiswa bertanggung jawab untuk menggandakan karya ilmiah yang telah disahkan oleh dewan penguji dan ketua program studi dengan ketentuan bahwa karya ilmiah/ skripsidigandakan minimum 4 (empat) eksemplar, dengan format halaman muka seperti contoh pada lampiran, disertai satu copy CD. Keempat eksemplar karya ilmiah dan copy CD didistribusikan sebagai berikut:
Satu eksemplar untuk mahasiswa yang bersangkutan.
Satu eksemplar untuk dosen pembimbing.
Satu eksemplar untuk perpustakaan Universitas.
Satu eksemplar untuk arsip program studi
Artikel Ilmiah Publikasi
Artikel yang dibuat harus mendapatkan persetujuan dari pembimbing dan ketua program studi atau sekretaris program studi. Penulisannya mengikuti prosedur petunjuk penulisan artikel, dan diserahkan ke program studi dan fakultas, sebagai persyaratan mendapatkan pengesahan karya ilmiah dari ketua program studi dan persyaratan wisuda mahasiswa, ketentuan penulisan pada bab selanjutnya. Artikel ilmiah publikasi harus terbebas dari plagiarisme.

BAB IV
TATA TULIS TUGAS AKHIR/SKRIPSI
Bahan Dan Ukuran Kertas
Kertas berukuran A4 (21 x 29,7 cm).
Jenis kertas:
Untuk laporan tugas akhir/ skripsi dan makalah ilmiah digunakan kertas HVS dengan bobot 80 gram.
Untuk kulit (sampul) digunakan kertas buffalo.
Warna kertas:
Selain Kulit (sampul) dan kertas pembatas, seluruh kertas berwarna putih (polos)
Warna Kulit mengikuti bendera Fakultas.
Pengetikan
Penggunaan Huruf
Huruf Miring
Huruf miring ditampilkan secara miring, sering juga disebut dengan huruf italic atau sering juga disebut huruf kursif. Huruf miring dipakai untuk:
Kata dan ungkapan asing yang ejaannya bertahan dalam banyak bahasa, misal: ad hoc, et al, in vitro, dan lain-lain.
Nama kapal atau satelit, misal: KRI Macan tutul, Apollo 11, dan lain-lain.
Kata atau istilah yang diperkenalkan untuk diskusi khusus, misalnya: kakas, citraan.
Kata atau fase yang diberi penekanan
Pernyataan rujukan silang dalam bentuk indeks, misal: lihat, lihat juga.
Judul buku atau terbitan berkala yang disebutkandalam tulisan
Tiruan bunyi, contoh: Dari sarang burung itu terdengar kicau tu-ju-pu-lu-tu-ju-pu-lu.
Nama ilmiah, misalnya: genus, spesies, varietas, dan forma makhluk. Salacca zalacca var, Amboinense. Akan tetapi, nama ilmiah takson diatas tingkat genus tidak ditulis dengan huruf miring, seperti: Felidae, Moraceae,Mucorales.
Huruf Kapital
Huruf kapital digunakan untuk:
Huruf pertama pada awal kalimat.
Setiap kata dalam judul buku atau terbitan berkala, kecuali kata hubung seperti: dan, yang untuk, di, ke, dari, terhadap, sebagai, tetapi,berdasarkan, dalam,antara, melalui, secara, yang tidak terletak pada posisi awal.
Nama bangsa, bahasa, agama, orang, hari, bulan,tarikh, peristiwa sejarah, takson makhluk diatas genus,lembaga,jabatan,gelar,dan pangkat yang diikuti nama orang atau tempat.
Setiap unsur ulang sempurna yang terdapat pada judul buku dan nama bangsa dan lain-lain seperti dimaksud dalam butir1 dan 2 di atas, sebagai contoh: Undang-Undang Dasar 1945, Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Nama-nama geografi seperti nama sungai, kota, provinsi, negara,dan pulau. Akan tetapi huruf kapital tidak dipakai pada nama geografi yang digunakan sebagai jenis(seperti kacang bogor,badak sumatera,garam inggris, gula jawa), atau sebagai bentuk dasar kata turunan (seperti keinggris-inggrisan, mengindonesiakan, pengaraban).
Penulisan nama orang pada hukum, dalil, uji, teori, dan metode, misalnya: hukum Dalton, uji Duncan, metode Einstein, atau analisis Foirier. Penamaan rancangan, proses uji, atau metode yang tidak diikuti nama-nama orang ditulis dengan huruf kecil, misalnya: uji morfometri, uji moralitas,atau rancangan acak lengkap. Apabila penamaan tersebut akan disingkat, maka singkatannyamerupakan huruf kapital, misalnya: rancangan acak lengkap (RAL), proses hierarki analitik (PHA), atau metode imunodifusi ganda (MIG).
Huruf Tebal
Huruf tebal sering digunakan untuk judul atau tajuk (heading). Selanjutnya bentuk huruf ini dapat dipakai untuk nama ilmiah takson yang baru ditemukan atau diusulkan pertama kali. Vektor dan matriks dalam matematika pada umumnya juga ditampilkan dengan huruf tebal. Dulu nomor jilid buku dan terbitan berkala biasa ditulis dengan huruf tebal, tetapi kebiasaan ini sekarang mulai ditinggalkan.
Huruf Yunani
Beberapa bentuk huruf kapital yunani hampir sama dengan huruf latin, tetapi semua huruf kecilnya mempunyai bentuk yang sangat berbeda.huruf yunani banyak dipakai dalam rumus matematika, misalnya: (A=?r^2).
Jenis Huruf dan Spasi
Jenis huruf yang digunakan adalah Times New Roman.
Ukuran Font 12.
Jarak antar baris dalam Karya tulis ilmiah berupa laporan tugas akhir /skripsi, adalah 1,5 spasi kecuali dinyatakan lain dalam hal-hal tertentu, yaitu; ringkasan, keterangan gambar dan tabel.
Untuk kutipan langsung dari bahan acuan yaitu 1 spasi.
Jarak antara judul bab dan awal teks adalah 3 spasi, ukuran spasi untuk tabel, gambar.
Bilangan dan Satuan
Bilangan diketik dengan angka.
Contoh: ……… 15 cm jarak objek. (benar)
……… lima belas cm jarak objek. (salah)
Bilangan desimal ditandai dengan koma bukan menggunakan titik
Contoh: jarak objek yang terbaca 20,5 cm. (benar)
jarak objek yang terbaca 20.5 cm. (salah)
Satuan dinyatakan dengan singkatan resminya tanpa titik dibelakangnya, misalnya: m, cm, g, kg
Batas Tepi
Batas tepi dari format penulisan diatur sebagai berikut:
Batas tepi atas : 3 Cm
Batas tepi kiri : 4 Cm
Batas tepi bawah : 4 Cm
Batas tepi kanan : 3 Cm
Pengisian Ruang Naskah
Ruangan yang terdapat pada halaman naskah harus diisi penuh (text aligment justify), pengetikan harus dimulai dari batas tepi kiri sampai kebatas tepi kanan. Jangan ada ruangan yang terbuang kecuali untuk persamaan, tabel, gambar, atau hal-hal yang khusus.
Alinea Baru
Alinea baru dimulai pada ketikan pertama dari batas tepi kiri penulisan. Jarak antar alinea diberi spasi 6 pts (spacing after 6 pts)
Pengejaan Kata
Sejak diberlakukannya ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan pada tahun 1972, semua huruf dalam abjad Latin secara resmi sudah menjadi huruf bahasa Indonesia. Kata pernafasan misalnya secara salah acapkali dieja pernapasan.
Adakalanya kita menaati (bukan mentaati) sistem ejaan yang disempurnakan itu, dalam penulisan kata berimbuhan sering terjadi penggantian huruf. Dengan berpedoman pada pola menaati itu, kita harus menulis menerjemahkan (bukan menterjemahkan), mencolok (bukan menyolok), mengubah (bukan merubah atau merobah), dan seterusnya.
Oleh karena semua huruf latin diterima sebagai huruf Indonesia, penulisan kata serapan dari bahasa asing pada umumnya sudah dapat dilakukan mendekati bentuk aslinya. Untuk itu memang perlu dilaksanakan penyesuaian Pedoman Umum Pembentukan Istilah yang dikeluarkan oleh Pusat Bahasa dan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Beberapa masalah sering dijumpai dalam kasus penggunaan huruf atau pengejaan istilah serapan seperti dicontohkan berikut.
Berhati-hatilah dalam memakai huruf f dan v, yang adakalanya dipertukarkan atau diganti dengan huruf p, misalnya: negatif bukan negatip; aktif, aktifitas; bukan aktip; provinsi, bukan propinsi, dan seterusnya.
Dalam bahasa Indonesia tidak dikenal adanya konsonan kembar, (klasifikasi, bukan klassifikasi; efektif, bukan effektif, dan lainnya).
Huruf y sekarang adalah pengganti huruf i dulu, jadi tidak dapat dipakai sebagai pengganti huruf i lagi. Misalnya: analisis, bukan analysis, atau analysa.
Huruf x hanya dipakai di awal kata, ditempat lain diganti ks (xilem, bukan silem atau ksilem; taksonom, bukan taxonomi; kompleks bukan komplex, dan lainnya.
Huruf h pada gugus gh, kh, rh, th, dihilangkan sedangkan huruf ph menjadi f dan ch menjadi k, misalnya: sorgum bukan sorghum; kromatografi bukan khromatograph, dan lainnya.
Beberapa kata sulit yang selalu ditulis secara salah karena penulis tidak mengetahui bentuk bakunya, misalnya: kualitas, bukan kwalitas; jadwal bukan jadual; sintesis bukan sintesa; amoeba bukan amuba; projektor bukan proyektor; atmosfer bukan atmosfir atau atmosfera; varietas bukan varitas, dan lainnya.
Nama-nama ilmu tertentu berakhiran-ika, misalnya: sistematika bukan sistematik atau sistimatik.
Pemenggalan Kata
Dalam penulisan, kita selalu dibatasi oleh bidang yang diisyaratkan, oleh karena itu kata kadang-kadang tidak dapat ditulis secara utuh. Kata-kata yang demikian harus dipenggal menurut suku katanya.
Berikut beberapa cara pemenggalan suku kata:
Kata Dasar
Jika ditengah kata ada vokal berurutan, pemenggalan dilakukan antara kedua vokal tersebut, Misalnya: ma-af, ba-ik, du-et.
Apabila vokal berurutan tersebut berupa diftong, maka pemenggalan tidakdilakukan diantara vokal tersebut. Misalnya: sau-da-ra bukan sa-u-da-ra.
Jika ditengah kata ada huruf konsonan dan gabungan konsonan diantara dua buah huruf vokalmaka pemenggalan dilakukan sebelum konsonan ,misal: pe-rut, , ta-nya, su-nyi.
Jika ditengah kata ada konsonan yang berurutan, pemenggalan dilakukan diantara dua konsonan tersebut, misalnya: mak-lum, gen-tar, mig-ra-si.
Kecuali ng, kh sy, dan ny yang berupa satu bunyi dianggap sebagai satu suku kata, misal: de-ngan, makh-luk, i-sya-rat, bu-nyi
Jika konsonan berurutan lebih dari dua buah, pemenggalan dilakukan sesudah konsonan pertama, misalnya: in-struk-si, kon-kret, kon-kre-si.
Semua imbuhan dan partikel dianggap suku kata, termasuk pada imbuhan awalan yang mengalami perubahan bentuk, sehingga imbuhan dapat dipenggal dari kata dasarnya.
Misalnya: me-ramu, me-nya-pu, men-coba, pem-belah-an.
Catatan:
Akhiran-i dan kata yang diawali vokal tidak dipenggal, misalnya: Mengakhi-i,A-nak,i-kan.
Kata yang berimbuhan sisipan pemenggalanya dilakukan sebagai berikut, misalnya: te-lun-juk, ge-ri-gi, ge-me-tar.
Imbuhan yang berasal dari bahasa asing tidak dianggap sebagai imbuhan melainkansebagai suku kata itu sendiri sehingga pemenggalannya mengikuti aturanpemenggalan kata dasar. Misalnya: spor-ti-vi-tas, bukan sportiv-itas.
Jika suatu kata terdiri atas lebih dari satu unsur dan salah satu unsur itu dapat digabung dengan unsur lain, pemenggalan dilakukan:
Diantara unsur-unsur itu.
Pada unsur gabungan itu sesuai kaidah-kaidah diatas.
Misalnya: bio-logi, bi-o-lo-gi, pasca-sarjana, pas-ca-sar-ja-na.
Tanda Baca
Tanda Titik (.)
Tanda titik digunakan untuk:
Pada akhir kalimat;
Pada singkatan tertentu, misalnya: E.A.Wibowo., hlm., S.Si, dan lain-lain.
Di belakang angka dan huruf dalam suatu bagan ikhtisar, atau daftar. Misalnya: 8.0, 8.1, 8.2, dan lain-lain.
Sebagai pemisah angka jam dan menit yang menunjukkan waktu atau jangka waktu. Misalnya: pukul 13.30;2.30.15 jam.
Sebagai pemisah bilangan angka ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah. Misalnya: 2.10.848.
Tanda titik tidak digunakan pada:
Dibelakang angka atau huruf terakhir dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar. Misalnya: 8.1, 8.1.1, 8.1.2, dll.
Untuk menyatakan pecahan persepuluhan. Oleh karena itu lebih tepat jika menggunakan koma. Misalnya: 0,5
Untuk memisahkan bilangan ribuanatau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah. Misalnya: tahun 1995, halaman 2345, NIP 130367078.
Pada akhir judul yang merupakan kepala karangan, atau kepala ilustrasi dan tabel.
Tanda koma (,)
Tanda koma digunakan untuk:
Menyatakan pecahan persepuluhan atau diantara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka (seperempat ditulis dengan 0,25; Rp 25,25).
Dalam memisahkan unsur-unsur suatu deret, misalnya: nitrogen, fosforus, kalium.
Memisahkan unsur-unsur sintaksis dalam kalimat
Menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. Misalnya Dalimunte P. Anatomi Tumbuhan. Batam: Unrika Press
Diantara nama, alamat serta bagian-bagiannya: tempat dan tanggal; nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan. Misalnya: Dekan Fakultas Ekonomi, Universitas Riau Kepulauan, Jalan Batu Aji Baru, Batam; 2 Mei 1999.
Diantara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakan dari singkatan nama diri atau keluarga. Misalnya: Dr. Amarullah Nasution, S.E, MBA, DBA.
Tanda koma untuk memisahkan nama pengarang dan tahun dalam pengacuan kepustakaan boleh tidak digunakan. Misalnya:” Nasution, 2000” boleh ditulis dengan “Nasution2000”.
Tanda Titik koma (;)
Tanda titik koma merupakan tanda koordinasi dan dipakai untuk memisahkan unsur-unsur sintaksis yang setara, atau dalam deret yang didalamnya sudah mengandung tanda baca lain. Misalnya saya datang; saya lihat; saya menang, dan lain-lain.
Tanda Titik Dua (:)
Titik dua digunakan untuk:
Menandakan pengutipan yang panjang, misalnya”Bandingkan dengan keterangan pembatas yang pemakaiannya tidak diapit koma: Semua siswa yang lulus ujian mendaftarkan namanya pada panitia”.
Memperkenalkan senarai
Menandakan nisbah/angka banding
Menekankan urutan pemikiran diantara dua bagian kalimat lengkap
Memisahkan judul dan anak judul
Memisahkan nomor jilid dan halaman dalam daftar pustaka. Misalnya: Academica 3; 20-24.
Memisahkan tahun dan halaman kalau pengacuan halaman dilakukan pada sistem Nama-Tahun dalam teks.
Memisahkan bab dan ayat dalam kitab suci. Misalnya: Al Baqarah: 183.
Tanda Tanya (?)
Tanda tanya dipakai pada akhir pertanyaan langsung, atau untuk menunjukkan keragu-raguan dalam suatu pernyataan.

Tanda Seru
Tanda seru hampir tidak pernah dipakai dalam kalimat tulisan karya ilmiah. Adakalanya tanda ini dipergunakan untuk menunjukkan bahwa suatu bahan bukti penelitian dilihat langsung oleh penulisnya.
Tanda Hubung (-)
Tanda hubung digunakan untuk:
Menyambung bagian-bagian tanggal, misalnya: 17-8-1945.
Merangkaikan se – dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital. Misalnya: (Se – Indonesia).
Memperjelas hubungan bagian-bagian kata atau ungkapan. Misalnya: ber – evolusi dengan berevolusi.
Memenggal kata tertentu.
Tanda Pisah (-,–,—)
Tanda pisah terbagi atas 3 , yaitu:
Tanda pisah em, panjangnya sama dengan lebar huruf kapital M atau setinggi jenis huruf. Diketik dengan dua tanda hubung (–) Tanda pisah em dipakai untuk membatasi penyisipan kalimat yang tidak terkait erat dengan kalimat induknya.
Tanda pisah en, panjangnya setengah tanda pisah em diketik dengan tanda pisah (-). Tanda pisah en dipergunakan untuk menunjukkan kisaran (halaman 15-25, panjangnya24,5-31,0 mm). Jangan menggunakan tanda pisah en bersama dengan kata dari dan antara, atau bersama tanda kurang. Misalnya: dari halaman 15 sampai 25, bukan dari halaman 15-25.
Tanda pisah 3-em.
Tanda Kurung ( )
Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan. Misalnya, “pengujian selanjutnya terhadap salah satu noda nomor 40 memberikan dugaan senyawa yang terkandung dalam media kultur jamur z adalah senyawa seskuiterpen”.
Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang kehadirannya dalam kalimat dapat dihilangkan. Misalnya, “fraksi etil asetat dapat dipisahkan dengan menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) preparatif”.
Tanda kurung (atau tanda kurung tutup) dipakai untuk menunjukkan penomoran yang dimasukkan dalam kalimat. Misalnya:ketiga langkah itu ialah (a)mitos,(b)meiosis,(c)penggandaaan inti.
Tanda Kurung Siku ( [ ] )
Tanda siku digunakan untuk:
Huruf atau kata yang ditambahkan pada kalimat kutipan.
Keterangan dalam kalimat yang sudah bertanda kurung.
Tanda Petik (“…”)
Tanda petik digunakan untuk:
Petikan atau kutipan pembicaraan langsung.
Judul karangan atau bab yang dipakai dalam kalimat.
Istilah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.
Tanda Petik Tunggal ( ‘…’ )
Tanda petik tunggal digunakan untuk:
Petikan yang tersusun dalam petikan lain.
Makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan asing. Misalnya: survive ‘sintas’, survival ‘sintasan’.
Tanda Elipsis (…)
Tanda elipsis digunakan untuk menunjukkkan bahwa ada bagian yang dihilangkan pada suatu kutipan. Misalnya: “pola distribusi pemasaran….berdasarkan pengamatan cuplikan”.
Tanda Garis Miring (/)
Tanda garis miring digunakan untuk:
Tanda bagian atau menunjukkan bilangan pecahan. Misalnya ½ = 0,5.
Kata tiap. Misalnya 125 ton/ha.
Tanda garis miring tidak digunakan untuk menunjukkan pilihan (atau).

Tanda Ampersan (&)
Tanda ampersan berfungsi sebagai pengganti tanda dan bila bentuk lebih singkat diinginkan. Tanda ini dianjurkan dipakai dalam pengacuan pustaka, sebab membantu mengurangi pengulangan. Misalnya :bentuk penulisan …..Panshin & De Zeew1969,tampak jauh lebih rapi bila dibandingkan dengan bentuk …. Panshin dan De Zeew 1969.
Penggunaan Istilah, Angka, dan Lambang
Konsep dasar dalam menciptakan istilah baru dalam berbagai bidang ialah Pedoman Umum Pembentukan Istilah, sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0389/U/1988. Dalam pedoman tersebut dianjurkan untuk menggunakan kosakata bahasa Indonesia terlebih dulu. Apabila dalam bahasa Indonesia tidak ada kosakata yang tepat atau mendekati maka barulah berturut-turut dicari padanannya dari kosakata bahasa serumpun, dan terakhir dari kosakata bahasa asing (terutama bahasa inggris). Segi tata bahasa telah tersedia padanannya, sehingga pengguna tinggal mencarinya dalam Glosarium, Biologi, Fisika, Kimia, dan Matematika (termasuk Statistika).
Keempat glossarium itu diterbitkan oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa pada tahun 1993, sedangkan untuk bidang yang lain dapat dicari padanannya pada masing-masing bidang ilmu. Senarai istilah ilmu dasar tersebut cukup memadai untuk digunakan.
Penulisan angka dan bilangan dalam tulisan ilmiah biasanya menggunakan satuan dasar yang dianut secara universal yaitu Satuan Sistem Internasional (biasa disingkat SI dari Systeme International ‘d’Unites). Berikut ini akan diterangkan secara ringkas pedoman umum dalam penulisan angka dan bilangan yang diambil dari beberapa literatur termasuk Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Bilangan adalah pernyataan dalam bentuk numerik atau kata-kata dari suatu penghitungan, pencacahan, atau pengukuran; sebagai contoh: 547,2: 6 juta; 1,54×10. Bilangan ini dapat dibentuk dalam angka romawi dengan mengkombinasikan 7 huruf yang nilai-nilainya dapat dilihat pada tabel 3.1 berikut ini:

Tabel 3.1: Nilai angka romawi dan angka arab
Angka Romawi Angka Arab
I, i 1
V, v 5
X,x 10
L, l 50
C, c 100
D,d 500
M,m 1000

Catatan: Suatu tanda garis di atas huruf menyatakan bahwa nilai bilangan itu dikalikan 1000, misalnya V=5000.

Dalam tulisan ilmiah, penulisan dengan angka-angka arab lebih disukai dibandingkan dengan uraian kata bilamana bilangan itu dikaitkan dengan sesuatu yang dapat dihitung atau diukur. Misalnya: 5 buku, 10 rumah.
Secara umum angka dalam teks digunakan untuk:
Menyatakan lambang bilangan atau nomor. Misalnya: 10 untuk bilangan sepuluh.
Menyatakan jumlah yang mendahului satuan ukuran. Misalnya: 24 g, 19 m, 13 jam, 100 ha.
Menyatakan nilai uang, tanggal, waktu, halaman, penunjukan urutan yang diawali ke-, persentase. Misalnya: Rp25,50; 1 Januari;pukul 07.15; halaman 150;abad ke-21;25%.
Menunjukkan jumlah yang berkaitan dengan manipulasi matematika seperti rasio (perbandingan) dan faktor perkalian. Misalnya: 12 dikalikan 5, suatu faktor 2,5:1, 1000 kali atau “1000x”.
Menunjukkan satuan pada bilangan kisaran, misalnya: 5-10 cm, 35-50 Cl.
Menomori karangan dan bagiannya, misalnya Bab IV, pasal 5, halaman 15.
Penggunaan angka untuk menyatakan termasuk atau sampai dengan dapat menggunakan tanda pisah en atau kata ‘sampai’. Penggunaan tanda pisah en biasa digunakan dalam tabel; sementara penggunaan kata “sampai” dipakai dalam teks; misalnya “laju inflasi tertinggi terjadi pada tahun 1997 sampai 1999.
Tanda desimal dalam bilangan dapat dinyatakan dengan koma atau titik. Jika dalam tulisan menggunakan titik sebagai tanda desimal, sebaiknya memberi catatan penjelas pada awal ditemukan tanda desimal. Catatan penjelas dapat dilakukan dengan memberikan catatan kaki pada bilangan ini. Penulisan bilangan dengan tanda desimal mengikuti aturan sebagai berikut:
Bilangan dengan angka panjang dapat ditulis dalam tiga-tiga kelompok dan antara kelompok diberi tanda pisah desimal, misalnya:
2,3 untuk dua koma tiga
untuk dua juta lima ratus ribu.
Dalam penulisan teks yang mempunyai deret angka dengan desimal maka antara angka desimal dipisahkan dengan titik koma, misalnya: Luas hutan mangrove di Indonesia pada tahun 1982, 1993, 2002, berturut-turut ialah 4,25;3,70; dan 3,25 juta hektar.
Jangan mengawali bilangan desimal dengan tanda koma, tetapi selalu diawali dengan angka, misalnya:
0,35 atau 0.35 bukan ,35 atau .35
0.2753 x 10 bukan 2753 x 10
Dalam daftar atau tabel yang bilangannyahanya terdiri atas angka (tanpa desimal) dapat dituliskan dalam kelompok-kelompok tiga angka yang dipisahkan oleh spasi tanpa menggunakan tanda koma ataupun tanda titik, misalnya: 1 234 567, bukan 1.234.567.
Aturan penulisan lambang bilangan dilakukan sebagai berikut:
Bilangan utuh
12 dua belas
25 dua puluh lima
250 dua ratus lima puluh
Bilangan pecah
2dua pertiga
3
10% sepuluh persen
3,6 tiga enam persepuluh
Penulisan kata bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut:
Bab IV abad XXI
Beb ke–4 abad ke-21
Bab keempat abad kedua puluh satu
Penulisan bilangan yang mendapat akhiran –an mengikuti cara sebagai berikut:
Tahun 30-an
Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai secara berurutan, seperti dalam rincian dan pemaparan, misalnya:
Diantara 50 orang mahasiswa yang ada dikelas ini, 20 orang karyawan swasta, 28 orang pegawai negeri, dan 2 orang wirausaha.
Lambang bilangan di awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu susunan diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata, tidak terdapat lagi di awal kalimat, misalnya:
Dua puluh rumah terendam banjir saat hujan kemarin. Bukan: “20 rumah terendam banjir saat hujan kemarin”, tetapi sebaiknya ditulis: “saat hujan kemarin 20 rumah terendam banjir”.
Angka yang menunjukkan bilangan bulat yang besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca, misalnya:
Keluarga korban kebanjiran tersebut telah menerima bantuan 2 juta rupiah.
Kalau bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf, penulisannyaharus tepat, misalnya:
Bersama ini kami kirimkan uang sebesar Rp 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah).
Pemilihan Kata (Diksi)
Kata memiliki kekuatan (word power) yang setara dengan warna dalam lukisan, nada dalam musik,atau bentuk dalam ukiran, salah, kurang tepat, tidak benar, atau keliru. Semuanya memiliki makna yang serupa tetapi pengaruh pemakaiannya amat berlainan.Dalam setiap bahasa memang terdapat seperangkat sinonim, yaitu kata-kata yang tidak selamanya sama artinya. Ongkos, sewa, upah, belanja, biaya, bidang makna dan pengertian khusus.
Pemekaran jumlah kosakata yang dikuasai seseorang akan memungkinkannya mengatasi salah satu kendala utama dalam menulis, yaitu menemukan kata yang tepat. Kalau dijumpai kesulitan (masalah, persoalan,problem,keraguan,dilema,…), cantumkan pilihan seperti dilakukan disini. Dalam memperbaiki naskah nanti akan dapat dipilih (dicari, diambil, diseleksi, diganti, dipertimbangkan…) kata yang paling sesuai. Oleh karena itu, kemampuan mengukur kekuatan (ketelitian memilih dan kepiawaian menyusun) kata akan menghasilkan tulisan ilmiah yang hidup dan dapat menjadi sebuah adi karya.
Frase baku dalam kalimat bahasa Indonesia masih belum diperhatikan oleh kebanyakan penulis.Cara penulisan frase yang benardapat dilihat pada tabel 3.2 dibawah ini:
Tabel 3.2: Contoh penulisan frase yang benar.
Salah Benar
Terdiri dari Terdiri atas
Tergantung pada Bergantung pada
Bertujuan untuk x Bertujuan x
Membicarakan tentang x Berbicara tentang atau membicarakan x
Antara x dengan y Antara x dan y
Dalam menyusun Dalam penyusunan
Dibanding Dibandingkan dengan

Penulis juga sebaiknyamenghindari kata yang berlebihan seperti (se)rangkaian, (se)kumpulan, kelompok yang diikuti oleh kata ulang. Tuliskan saja misalnya “(se)rangkaian molekul” bukan (se)rangkaian molekul-molekul”;para responden, beberapa sampel, banyak unsur.Seseorang bebas menentukan kata yang tepat untuk mengungkapkan gagasannya dalam tulisan. Akan tetapi, dalam penggunaan istilah bidang ilmu penulis harus taat pada kata atau istilah yang sudah dibakukan; istilah tidak dapat diragamkan.
Penataan Kalimat
Kalimat Indonesia mempunyai ciri pendek, pasif, dan sederhana. Susunannya dapat diputarbalikan dengan mempermutasikan tempat kata-katanya tanpa mengubah artinya, kecuali untuk memberikan penekanan maknanya. Misalnya, “penelitian terhadap X dilakukan oleh Corbes pada tahun 1928” atau “Corbes pada tahun 1928 melakukan penelitian terhadap X”. Kalimat yang baik harus memiliki kesatuan pikiran yang bulat dan utuh, serta terhadap koherensi diantara unsur-unsurnya. Contoh kalimat yang memiliki struktur yang berbeda dan dapat berdiri sendiri, namun memiliki persamaan makna ialah “peningkatan bea impor barang elektronik yang memberatkan industri perakitan komputer merupakan penyebab kenaikan harga penjualan komputer”.
Kekurangcermatan memahami fungsi kata dalam kalimat sering menghasilkan kalimat yang rancu. Kesalahan lain yang sering dijumpai adalah penalaran yang tidak logis, seperti dijumpai akibat kemubasiran penggunaan kata dari dalam contoh kalimat “Dari Gambar 1 di atas menunjukkan bahwa…” yang seharusnya dikatakan “Gambar 1 menunjukkan bahwa….”. kesalahan serupa sering terjadi pada penyimpulan “berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa…” yang cukup baik jika disajikan menjadi “Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa….”.
Adapun kalimat bahasa Indonesia yang baku mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
Fungsi tata bahasa selalu dipakai taat asas dan tegas maka subjek dan predikat selalu ada. Contohnya: “para peneliti pergi ke lapangan percobaan” bukan “para peneliti kelapangan percobaan”.
Pemakaian ejaan dan istilah resmi secara bertaat asas.Bersih dari unsur dialek daerah, variasi bahasa Indonesia, dan bahasa asing yang belum dianggap sebagai unsur bahasa Indonesia, kecuali untuk istilah bidang ilmu tertentu.

Pengaktifan Paragraf
Paragraf dapat didefenisikan sebagai satu unit informasi yang memiliki pikiran utama sebagai dasarnya dan disatukan oleh ide pengontrol. Kalimat-kalimat dalam suatu paragraf harus saling berkait secara utuh untuk membentuk satu kesatuan pikiran. Suatu paragraf yang baik ialah paragraf yang mampu mengarahkan dan membawa pembaca memahami dengan baik kesatuan informasi yang diberikan penulis melalui ide-ide pengontrolnya.
Judul bab, Judul sub bab, Judul anak sub bab
Judul bab harus ditulis dengan huruf kapital (huruf besar) semua dan diatur agar simetris dengan rata tengah.
Judul sub bab ditulis dengan rata kiri, semua awal kata dimulai dengan huruf besar (kapital) kecuali kata penghubung, dan semua dicetak tebal dan tidak diakhiri dengan titik. Kalimat pertama sesudah judul sub bab dimulai dengan alinea baru.
Judul anak sub-bab ditulis dengan rata kiri dan dicetak tebal, hanya huruf pertama saja yang berupa huruf besar dan tanpa diakhiri dengan titik. Kalimat pertama sesudah judul anak sub bab dimulai dengan alinea baru.
Judul sub anak sub bab tidak diperkenankan, akan tetapi dapat diganti menggunakan penomoran berupa angka atau huruf.
Contoh Penulisan rincian poin atau item:
A. Poin/item
1. Sub-poin/item
a. Sub sub-poin/item
1) Sub sub-sub-poin/item
2) Sub sub-sub-poin/item
b. Sub sub-poin/item
1) Sub sub-sub-poin/item
2) Sub sub-sub-poin/item
a) Sub sub-sub-sub-sub-poin/item
b) Sub sub-sub-sub-sub-poin/item
(1) Sub sub-sub-sub–sub-poin/item
(2) Sub sub-sub-sub-sub-poin/item
(a) Sub sub-sub-sub-sub-sub-poin/item
(b) Sub sub-sub-sub-sub-sub-poin/item

Pedoman Pengutipan
Sebagai karya ilmiah maka skripsi harus dilengkapi acuan kepada sumber informasi untuk mengaktualkan pernyataan yang tertulis. Sumber informasi tersebut dihimpun dalam suatu daftar pustaka yang diberi judul “DAFTAR PUSTAKA” yang ditempatkan pada halaman setelah bab terakhir skripsi. Pengutipan pustaka dalam teks skripsi dapat dilakukan dengan mengutip langsung dan mengutip tidak langsung.
Kutipan langsung merupakan bentuk pengutipan dari pustaka (buku, jurnal, laporan penelitian, dan sejenisnya) yang penyajian kalimatnya persis sama dengan sumber yang dikutip, sedangkan kutipan tidak langsung adalah kalimat yang dikutip dapat menggunakan kalimat yang tidak persis sama tetapi maksud dan tujuannya tidak bertentangan dengan sumber yang dikutip dengan kata lain kutipan merupakan hasil penelitian, hasil karya, atau pendapat orang lain yang penyajiannya tidak sama dengan teks aslinya, melainkan menggunakan bahasa atau kalimat penulis/peneliti sendiri. Dalam pengutipan ini, sumber rujukan harus disebutkan, baik dengan nomor halaman atau tanpa nomor halaman.
Dalam mempermudah pengutipan dan penulisan daftar pustaka, maka penulisan skripsi dan karya ilmiah diminta menggunakan aplikasi references yang tersedia, misalnya: Zotero, Mendeley dan EndNote. Gaya penulisan pengutipan dapat mengacu pada gaya panduan masing-masing bidang ilmu, misalnya: untuk ilmu pendidikan dan sosial sains dapat menggunakan APA(American Psychological Associaton), bidang ilmu teknik dan eksak dapat menggunakan Harvard Reference Format I atau Harvard reference with author.Pengutipanlangsung dan tidak langsung memiliki aturan-aturan tertentu, seperti yang akan dijelaskan berikut ini:

Pengutipan Langsung
Pengutipan langsung menggunakan ketentuan sebagai berikut:
Jika kutipan tidak lebih dari tiga baris, kutipan tidakdiketik dengan huruf miring (italic) dengan jarak 2 (dua) spasi dan diberi tanda petik. Sebagai contoh: Hartono (1998) mengemukakan bahwa, “Investasi adalah penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan dalam produksi yang efisien selama periode waktu tertentu”.
Jika lebih dari tiga baris, kutipan diketik dengan huruf italic pada garis baru dengan jarak 1 (satu) spasi tanpa tanda petik.
Pengutipan Tidak Langsung
Pengutipan tidak langsung dalam karya tulis ilmiah disesuaikan dengan paragraf kalimat yang digunakan dengan mencantumkan sumber pustaka. Penulisannya dapat digunakan pada awal, tengah, atau akhir paragraf tanpa menggunakan huruf italic.
Bergantung pada susunan kalimat, cara penulisan dalam tubuh tulisan dapat mengikuti contoh berikut:
Purwanto (1991) mengemukakan bahwa belajar pada hakikatnya merupakan proses kognitif yang mendapat dukungan dari fungsi ranah psikomotorik.
Penulisan Sumber Pustaka
Pengacuan pustaka yang ditulis oleh dua orang pengarang seperti “Budi dan Anto” pada tahun 2001 diacu sebagai Budi dan Anto (2001), atau (Budi & Anto, 2001). Jangan menggunakan tanda ampersan (&) untuk mengganti kata “dan” dalam suatu kalimat tubuh tulisan, kecuali pada sumber acuan dalam tanda kurung.
Untuk nama pengarang yang terdiri dari tiga orang atau lebih maka hanya nama keluarga atau nama akhir pengarang pertama saja yang ditulis dan diikuti dengan kata “et al” (singkatan dari et alii). Dalam pedoman ini, kata “et al” tetap dipertahankan dan dicetak dengan huruf italic, tidak diubah menjadi “dkk” (singkatan dari dan kawan-kawan). Sebagai contoh, artikel yang ditulis oleh Umar B, Agus G, dan Hadi S yang dipublikasikan pada tahun 1995 diacu sebagai : Umar et al. (1995) atau (Umar et al.1995).
Sebagai pedoman umum dalam pengacuan pustaka dapat mengikuti kaidah sebagai berikut:
Pengarang yang sama menulis pada tahun yang berbeda;
Jika terdapat lebih dari satu pustaka, yang ditulis oleh pengarang yang sama pada tahun yang berbeda, pengacuan ditulis sesuai dengan urutan tahun terbit, misalnya Purwanto (2001,2002) atau (Purwanto 2000, 2001). Tahun terbit yang satu dan yang lain berikutnya dipisahkan oleh koma dan spasi.
Pengarang yang sama menulis pada tahun yang sama;
Pengacuan terhadap dua atau beberapa pustaka yang ditulis oleh pengarang yang sama pada tahun yang sama dilakukan dengan menambah huruf “a” untuk yang pertama, “b” untuk yang kedua, dan seterusnya setelah tahun. Penambahan huruf “a”, “b”, dan seterusnya didasarkan pada urutan waktu publikasi, sebagai contoh: Gunawan (1999a, 1999b).
Pengarang yang mempunyai nama keluarga yang sama menulis pada tahun yang sama;
Jika pengarang mempunyai nama keluarga yang sama untuk suatu publikasi yang terbit pada tahun yang sama maka tahun publikasi diberi tanda “a”, “b”, dan seterusnya sehingga perbedaan sumber pustaka tersebut menjadi jelas. Sebagai contoh: (Purwanto 19991a,1999b) untuk sumber pustaka yang ditulis oleh Purwanto a pada tahun 1999 Purwanto b pada tahun yang sama.
Lembaga sebagai pengarang;
Nama lembaga yang diacu sebagai pengarang sebaiknya ditulis dengan bentuk singkatannya. Misalnya untuk mengacu tulisan yang diterbitkan pada tahun 1999 oleh Biro Pusat Statistik ditulis BPS (2000) atau (BPS 2000). Dalam daftar pustaka ditulis sebagai [BPS], tetapi dalam tubuh tulisan tanda kurung siku ini tidak ditulis.
Tulisan tanpa pengarang;
Sebaiknya acuan yang tidak memiliki nama pengarang di dalam tubuh tulisan dan daftar pustaka dituliskan dengan nama institusi yang menerbitkannya. Acuan tanpa pengarang dapat juga dituliskan sebagai Anonim (1999) atau (Anonim 1999) dan dalam Daftar Pustaka ditulis [Anonim], namun sebaiknya penggunaan kata anonim ini dihindari.
Pengacuan ganda
Bila dua artikel atau lebih dengan pengarang berbeda yang diacu sekaligus, maka penulisannya dalam tubuh tulisan didasarkan pada urutan tahun publikasinya, misalnya: (Anto et al. 2001; Salim. 2002); Siswardjono. 1999; Kasim. 2000; Hamdan. 2001a. Pengacuan ganda menggunakan tanda titik koma dan spasi untuk memisahkan pengarang yang berbeda.
Pustaka sekunder
Artikel yang tidak dibaca langsung dari sumbernya (pustaka sekunder) maka digunakan kata “dalam”. Cara penulisannya dengan menyebutkan nama pengarang dan tahun publikasi dari pustaka sekunder dan primer, contoh: Coster 1927, dalam. Martawijaya et al. 1995.
Komunikasi pribadi
Dalam keadaan tertentu yang membutuhkan pendapat dari narasumber yang sudah dikenal kepakarannya maka penulisan acuan dalam tubuh tulisan dilakukan dengan menulis nama keluarga yang diikuti inisialnya, waktu dan tipe informasi yang semuanya dituliskan dalam tanda kurung. Contoh: (Dahlan A 8 April 2007, Komunikasi Pribadi). Pengacuan komunikasi pribadi tidak dianjurkan dalam karya ilmiah dan tidak perlu dituliskan dalam Daftar Pustaka.
Penyusunan Daftar Pustaka
Pada bagian akhir sebuah karya tulis ilmiah terdapat daftar pustaka yang dibuat berdasarkan susunan sistem pengacuan pustaka tertentu. Penyusunan daftar pustaka yang digunakan di Universitas Riau Kepulauan menggunakan sistem Nama-Tahun yang disusun menurut abjad nama pengarang.
Isi daftar pustaka hanya mengacu kepada pustaka yang terdapat di dalam tubuh tulisan. Sumber acuan yang terdapat di dalam daftar pustaka harus ada didalam tubuh tulisan.Kepustakaan harus dinyatakan dengan lengkap agar memudahkan pembaca menelusuri kembali. Informasi tentang kepustakaan ini sebaiknya dicocokkan kembali dengan pustaka aslinya. Penulisan kepustakaan yang salah atau tidak lengkap secara tidak langsung akan menunjukkan mutu pengarangnya.
Dalam penulisan nama pengarang yang digunakan ialah nama keluarga atau nama akhir pengarang yang diikuti inisial nama pertama dan nama tengah tanpa tanda baca. Nama keluarga dan nama inisial ini dipisahkan satu spasi. Nama pengarang yang lebih dari lima orang cukup diwakili oleh pengarang yang pertama saja diikuti kata et al, seperti halnya pengacuan dalam tubuh tulisan untuk pengarang yang jumlahnya lebih dari dua orang.
Urutan kepustakaan dalam daftar pustaka didasarkan pada urutan abjad dan huruf awal nama keluarga pengarang pertama. Selanjutnya huruf abjad dan nama pengarang pertama tersebut didasarkan pada urutan abjad huruf per hurufke kanan dan dilanjutkan dengan nama inisialnya; diikuti nama keluarga baru inisialnya. Bila dua atau lebih pustaka memiliki susunan nama keluarga pengarang yang persis sama maka urutannya didasarkan pada tahun penerbitannya.
Berikut ini contoh urutan komponen-komponen yang diperlukan untuk menulis Daftar Pustaka secara terperinci, mulai dari nama pengarang, tahun terbit, judul, nama jurnal, volume nomor, dan halaman untuk sumber acuan dan jurnal. Demikian juga untuk sumber pustaka dari buku dan yang lainnya.
Jurnal
Nama Pengarang. Tahun terbit. Judul Artikel. Nama jurnal. Nomor Volume (nomor terbitan): halaman
Satu pengarang
Contoh: Bhat KM. 2000. Timber quality of teak from managed tropical plantations with special reference to indian plantations. Bois et forest des tropiques, 263: 6-15.
Dua pengarang
Contoh: Bhat KM, Priya PB. 2004. Influence of provenance variation on wood properties of teak from the western ghat region in India. J lawa 25:273-282.
Lebih dari dua pengarang
Contoh: Briand CH, Poslunszny U, Larson DW. 1993. Influence of age and growth rate on radial anatomy of annual rings of at Thuja occidentalis L. Int j Plant Sci 154:406-411.
Lebih dari lima pengarang
Contoh: Soile P et al. 2001. Tree ring area meassurement using morphological image analysis. Can j For Res 31:1074-1083
Setiap terbitan dimulai dengan halaman baru
Contoh: Eliel EL. 1976. Stereochemistry since Lebel ant van’t Hoff.:bagian II. Chemistry 49 (3) : 8-13
Organisasi sebagai pengarang
Contoh: [SSCCCP] Scandinavian Society for Clinical Chemistry and clinical Physiology, Commite on Enzyme. 1976. Recommended method for the determination of y-glutamyltransferase in blood. Scand J Clin Lab Invert 36:119-125
Artikel tanpa pengarang
Contoh: [Anonim]. 1972. Silviculture and management of teak. Int J Plant sei 154(3):406-411
Artikel khusus
Artikel khusus dapat berupa editorial, komunikasi singkat, catatan penelitian, ulas balik, ulasan.
Contoh: Sosromarsono S. Tungau merah jeruk, Panonychus citri (McGregor): pendatang baru di Indonesia [komunikasi singkat]. Bul HPT 9:38-39
Hasil penelitian yang akan dipublikasikan tetapi belum terbit
Keterangan tentang hasil penelitian yang belum terbit, namun sudah disetujui akan terbit dalam suatu jurnal dituliskan tanpa menyebut tahun, judul artikel, dan nomor volume.
Contoh: Nasution AP. Academica, siap terbit.
Buku
Nama pengarang [atau editor]. Tahun terbit. Judul buku. Tempat terbit: Nama penerbit.
Buku dengan pengarang
Contoh: Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Buku dengan editor
Contoh: Ridout B, Wedd K, editor. 2001. Timber Decay in Building: The consevation approach to treatment. Ed ke-2. London: Spon Press.
Buku dengan lembaga atau organisasi sebagai pengarang
Contoh: [Depdikbud] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ed ke-2. Jakarta: Balai Pustaka
Buku dengan volume yang berjudul
Wijayakusuma MH, Dalimartha S, Wirian AS. 1998. Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia. Volume ke-4. Jakarta: Pustaka Kartini.
Prosiding
Nama pengarang. Tahun terbit. Judul artikel. Di dalam: Nama editor. Judul publikasi atau nama pertemuan ilmiah atau keduanya; Tempat pertemuan, Tanggal pertemuan. Tempat terbit: Nama Penerbit. Halaman artikel.Contoh: Bacilieri R, Alloysius D, Lapongan J. 2000. Growth performance of teak. Di dalam: Chan HH, Matsumoto K, editor. Proceeding of the Seminar on High Value Timber Species for Plantation Establishment-Teak and Mahoganies; Sabah, 1-2 Dec 1998. Japan: JIRCAS Report 16:27-34.
Skripsi, Tesis, dan Disertasi
Nama pengarang. Tahun terbit. Judul [jenis publikasi]. Tempat Institusi: nama institusi yang menganugerahkan gelar.
Contoh: Maiyatun. 2007. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dengan Metode Penerapan Pembelajaran Diskusi Kelompok pada Kompetensi Dasar Dalil Pythagoras di Kelas VII SMP Negeri I Belakang Padang Batam TA2006/2007 [skripsi]. Batam: Universitas Riau Kepulauan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Dalimunthe P. 2005. Pertumbuhan Diameter Kayu Jati: Pengaruh iklim dan topografi terhadap sifat fisis dan mekanis [tesis]. Bogor: Institut Pertanian Bogor, Program Pascasarjana.
Bibliografi
Nama penghimpun. Tahun terbit. Judul [jenis publikasi]. Tempat terbit: nama penerbit.
Contoh: Gluckstein FP, Glock MH, Hill JG, Penghimpun. 1990. Bovine somatotropin [bibliografi]. Bethesda: National Library Of Medicine, Reference Section.
Paten
Nama penemu paten, kata “penemu”; lembaga pemegang paten. Tanggal publikasi (permintaan paten) [tanggal bulan tahun]. Nama barang atau proses yang dipatenkan. Nomor paten.
Contoh: Muchtadi TR, penemu; Institut Pertanian Bogor. 9 Mar 1993. Suatu proses untuk mencegah penurunan beta karoten pada minyak sawit. ID 0 002 569.
Surat Kabar
Nama pengarang. Tanggal bulan tahun terbit. Judul. Nama Surat kabar: Nomor halaman (nomor kolom).
Contoh: JPNN. 26 November 2007. Mendesak, Regulasi sumber daya air. Batam Pos: 18 (Kolom 1-2).
Publikasi Elektronik
Isi artikel dalam format elektronik dapat berubah isinya sehingga tanggal akses diperlukan dan penulisannya dalam tanda kurung siku. Penulisan tanggal ini dimaksudkan untukk mengurangi resiko yang terjadi dengan tanggal publikasinya.
Contoh: [LTRR] Laboratory of Tree-Ring Research. 2001. Dendrochronology. Laboratory of Tree-Ring Research. USA. The University Of Arizona. http://www.ltrr.arizona.edu/dendrochronology.html [18feb2004].
Pencetakan/ Penjilidan
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mencetak atau menjilid laporan tugas akhir/ skripsi/tesis di lingkungan Universitas Riau Kepulauan diantaranya:
Laporan tugas akhir/skripsi/tesis dicetak menggunakan tinta hitam pada semua naskah, tajam, dan berkualitas.
Huruf menggunakan jenis huruf Times New Roman 12 poin (ukuran sebenarnya) dan diketik rapi (rata kiri kanan – justify).
Font naskah berukuran 12 pts .
Judul Bab : 12 Bold.
Judul karya ilmiah untuk halaman sampul : 14 Bold.
Judul subbab dan sub-sub bab tetap diketik dengan font 12 Bold.
Setiap bab diketik pada halaman baru, nomor bab menggunakan angka Arab. Judul bab diketik pada batas atas bidang pengetikan, disusun simetris menggunakan huruf besar, tanpa garis bawah dan tanda baca titik di akhir kalimat.
Kalimat pertama bab dimulai 3 spasi dari judul bab.
Awal alinea diketik 10 mm dari batas kiri bidang pengetikan. Pada sub bab dan sub-sub bab, awal alinea tetap diketik sejajar dengan huruf pertama sub bab. Selanjutnya awal alinea diketik 10 mm dari batas kiri bidang pengetikan. Kalimat dilanjutkan sejajar dengan nomor judul sub bab dan sub-sub bab. Jarak baris antara teks, nomor bab dan judul bab adalah 1,5 spasi. Jarak antara judul bab dan sub judul bab adalah 3 spasi. Jarak antara akhir naskah dengan sub judul berikutnya 3 spasi, jarak antara sub judul dan sub-sub judul adalah 1,5 spasi. Jumlah atau kata minimal pada masing-masing karya tulis diatur tersendiri oleh Fakultas atau program studi masing-masing
Dianjurkan dicetak pada satu sisi kertas (tidak dicetak secara timbal balik).
Dijilid sambung, sampul keras (hard cover) pada warna yang telah ditentukan untuk masing-masing fakultas dan jenjang pendidikan.
Menggunakan pita pembatas halaman. Warna pita selaras atau sama dengan warna sampul.
Penulisan Daftar Pustaka
Daftar pustaka hanya memuat sumber-sumber yang dirujuk dan yang dituliskan dalam artikel ilmiah yang akan diterbitkan. Daftar pustaka disusun secara alfabetis dan kronologis. Jika ditulis menggunakan aplikasi sitasi maka gaya penulisan daftar pustaka mengikuti gaya sitasi yang dipilih, contohnya sebagai berikut:
Rujukan dari Buku
A.M, Sardiman, 2004. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Aronoff, Mark & Fudeman, Kirsten. 2005. What is Morphology ? Malden: Blackwell Publishing
Boiji, Geert. 2005. The Grammar of Words: An Introduction to Linguistic Morphology. New York: Oxford University Press.
Rujukan dari Artikel dalam Buku Kumpulan Artikel (ada editornya)
Alwasilah, A Chaedar. 2009. “Metodologi Pmebelajaran Bahasa yang Profesional”. Dalam Hasanuddin & Ermanto (Eds), Prosiding Seminar Nasional: Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Peningkatan Profesionalisme Guru (hlm. 1-9). Padang: Citra Budaya Indonesia.
Rujukan dari Artikel dalam Jurnal
Towaf, Siti Muslikhah. 2008. “Peran Perempuan, Wawasan Gender dan Implikasinya terhadap Pendidikan di Pesantren”. Jurnal Ilmu Pendidikan, 15(3), 140-149.
Rujukan dari Laporan Penelitian, Skripsi, Tesis, atau Desrtasi
Ermanto.2008. “Derivasi dan Infleksi Verba Bahasa Indonesia”. Disertasi tidak diterbitkan. Surakarta: Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret.
Rujukan dari Makalah Seminar, Penataran, Lokakarya.
Huda N. 1991. “Penulisan Laporan Penelitian untuk Jurnal”. Makalah disajikan dalam Lokakarya Penelitian Tingkat Dasar Dosen PTN dan PTS di Malang, Pusat Penelitian IKIP Malang, Malang 12 Juli.
Rujukan dari Sumber Online.
Kumaidi. 1998. “Pengukuran Bekal Awal Belajar dan Pengembangan Tesnya”. Jurnal Ilmu Pendidikan (online), 5 (4), diakses dari http://www.malang.ac.id pada 20 Januari 2000.
Alur Penulisan dan Penyerahan Artikel Kepada Koordinator Karya Ilmiah
Alur penulisan dan penyerahan artikel ilmiah berdasarkan tugas akhir/skripsikepada koordinator karya ilmiah program studi adalah sebagai berikut:
Setelah karya ilmiah selesai disusun, diujikan dan sudah dilakukan perbaikan sesuai dengan saran dari penguji, beserta dengan pengesahannya, mahasiswa menulis draft artikel ilmiah dengan berkonsultasi pada pembimbing.
Draft artikel ilmiah yang dibuat mahasiswa menyesuaikan dengan kebutuhan dan bentuk template pada masing-masing jurnal program studi, lihat pada, https://www.journal.unrika.ac.id
Draft artikel ilmiah diserahkan kepada pembimbing untuk dibaca dan diberikan masukan oleh dosen pembimbing.
Mahasiswa memperbaiki draft artikel ilmiah sesuai dengan masukan dari pembimbing.
Mahasiswa melakukan scan plagiasi di Perpustakaan Pusat Unrika, dengan menyerahkan soft copy artikel ilmiah yang sudah melalui proses bimbingan dengan dosen.
Perpustaakaan memberikan soft copy hasil scan plagiasi kepada mahasiswa yang bersangkutan.
Berdasarkan hasil scan plagiasi, mahasiswa memperbaiki kalimat dan hal-hal yang dianggap plagiasi oleh scan plagiasi. Batas maksimal plagiasi yang di ijinkan adalah 20%.
Artikel ilmiah yang telah diperbaiki berdasarkan scan plagiasi, diperiksa kembali oleh pembimbing sehingga mendapat persetujuan pembimbing. Hasil scan plagiasi yangsudah memenuhi kriteria, wajib dilampirkan.
Artikel yang telah disetujui oleh pembimbing diprintout 2 eksemplar dan difilekan dalam bentuk CD diserahkan kepada koordinator karya ilmiah masing-masing program studi.
Mahasiswa mendapatkan bukti serah terima karya ilmiah dari koordinator masing-masing program studi, bukti serah terima dijadikan berkas syarat wisuda/mendapat ijazah asli.
Hasil penulisan karya ilmiah yang telah disetujui, wajib diterbitkan pada jurnal ilmiah yang telah di miliki oleh program studi dengan ISNN/e-ISSN.
Dalam hal publikasi ilmiah secara online pada Jurnal program studi dengan ISSN/e-ISSN, dosen pembimbing berhak memilih karya terbaik mahasiswa untuk diterbitkan, pembimbing berkoordinasi dengan pengelola jurnal program studi.

BAB IV
SISTEMATIKA PENULISAN PUBLIKASI ARTIKEL ILMIAH
Pendahuluan
Berdasarkan surat edaran Dirjen Dikti Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tertanggal 27 Januari 2012 No.152/E/T/2012, bahwa kelulusan mahasiswa perguruan tinggi di Indonesi setelah Agustus 2012 diberlakukan ketentuan bahwa untuk lulus progam sarjana, program magister, dan program doktor, mahasiswa harus mempublikasikan artikel ilmiah (makalah) pada jurnal ilmiah, dengan demikian menjadi sebuah kewajiban bagi mahasiswa Universitas Riau Kepulauan, yang diwisuda setelah bulan september 2012 harus mempublikasikan hasil penelitian dalam bentuk karya ilmiah, melalui jurnal yang dikelola oleh masing-masing program studi di lingkungan Universitas Riau Kepulauan.
Publikasi artikel ilmiah ini juga harus dipahami sebagai upaya untuk menghindari plagiarisme oleh para penulis artikel ilmiah. Artinya bahwa tugas akhir/skripsi/tesis, yang akan diubah menjadi artikel ilmiah, terhindar dari tindakan plagiat tersebut.
Dasar Hukum
Berdasarkan surat edaran tersebut di atas, kelulusan mahasiswa Perguruan tinggi di Universitas Riau Kepulauan diberlakukan ketentuan sebagai berikut :
Untuk lulusan program sarjana, mahasiswa harus menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah.
Untuk lulusan program magister, mahasiswa harus menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah nasional terakreditasi atau jurnal internasional.
Pengertian dan Syarat-syarat Artikel
Dalam surat edaran Dirjen Dikti tersebut, yang dimaksud dengan artikel ilmiah adalah artikel ilmiah yang ditulis berdasarkan tugas akhir mahasiswa (makalah, tugas akhir, skripsi, tesis). Artikel ilmiah tersebut harus diperiksa dan disetujui oleh kedua pembimbing, atau minimal oleh pembimbing utama, yang kemudian diserahkan kepada Ketua Program Studi. Syarat-syarat artikel tersebut adalah sebagai berikut :
Naskah ditulis dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia (abstrak), (lihat contoh terlampir).
Artikel dilengkapi cover dan persetujuan pembimbing.
Menggunakan huruf ukuran 12 jenis Times new roman dengan spasi 1.5, (kecuali abstrak, dengan 1 spasi).dengan margin masing-masing 2.5 cm.
Menggunakan kertas A4, panjang artikel adalah 10-15 halaman, termasuk didalamnya adalah daftar rujukan.
Diserahkan sebelum wisuda kepada Ketua Prodi atau Ketua Lembaga Pengelola Jurnal pada masing-masing Prodi atau kepada koordinator yang ditunjuk oleh pimpinan, dalam bentuk CD dan print out sebanyak 2 eksemplar. Warna sampul artikel ilmiah yang di print out sesuai dengan ketentuan masing-masing Prodi.
Penjelasan Bagian-bagian Artikel
Penjelasan bagian-bagian artikel yang ditulis berdasarkan skripsi adalah sebagai berikut :
Judul artikel informatif, disarankan tidak lebih dari 12 kata, untuk artikel berbahasa Indonesia atau 10 kata untuk artikel berbahasa Inggris.
Nama penulis tugas akhir/skripsi/tesis, nama pembimbing I dan nama pembimbing II, tanpa gelar akademik disertai nama lembaga (seperti: nama Prodi, Fakultas, Universitas) dan mencantumkan alamat e-mail.
Abstract, 1 (satu) paragraf ( maksimal 200 kata) dalam bahasa Inggris (untuk artikel berbahasa Indonesia) atau Indonesia (untuk artikel berbahasa Inggris yang berisi tujuan, metode dan hasil penelitian (diketik 1 spasi).
Kata kunci, sebanyak 3-5 kata.
Pendahuluan, berisi permasalahan, dikaitkan dengan teori dan diakhiri tujuan penelitian. (diketik 1.5 spasi, kurang lebih 4-6 halaman, diolah dari BAB I dan BAB II tugas akhir/skripsi/tesis).
Metode Penelitian, diketik ringkas, jelas dan padat, berisi: jenis, desain, metode penelitian, populasi, sampel, instrumen penelitian dan teknik analisis data, (diketik 1.5 spasi, kurang lebih seperempat halaman, diolah dari BAB III tugas akhir/skripsi/tesis)
Pembahasan, diketik ringkas dan padat. (diketik 1.5 spasi, kurang lebih 6-8 halaman, diolah dari BAB IV tugas akhir/skripsi) Pembahasan digunakan untuk hasil penelitian kualitatif dan Hasil dan Pembahasan digunakan untuk hasil penelitian kuantitatif. Pembahasan dan hasil pembahasan dapat dibagi dalam beberapa subbagian (konsep penciptaan/garapan, proses penciptaan/garapan, wujud/deskripsi penciptaan/garapan.
Penutup, diketik ringkas dan padat. (diketik 1.5 spasi, kurang lebih 1-2 halaman, diolah dari BAB V tugas akhir/skripsi).
Daftar Pustaka yang hanya memuat sumber-sumber yang dirujuk atau yang dituliskan dalam artikel ilmiah saja.
Catatan, Penjelasan bahwa artikel diolah dari tugas akhir/skripsi dan menyebut nama pembimbing.
Penulisan Daftar Pustaka
Daftar pustaka hanya memuat sumber-sumber yang dirujuk dan yang dituliskan dalam artikel ilmiah yang akan diterbitkan. Daftar pustaka disusun secara alfabetis dan kronologis. Jika ditulis menggunakan aplikasi sitasi maka gaya penulisan daftar pustaka mengikuti gaya sitasi yang dipilih, contohnya sebagai berikut :
Rujukan dari Buku
A.M, Sardiman, 2004. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Aronoff, Mark & Fudeman, Kirsten. 2005. What is Morphology ? Malden: Blackwell Publishing

Boiji, Geert. 2005. The Grammar of Words: An Introduction to Linguistic Morphology. New York: Oxford University Press.

Rujukan dari Artikel dalam Buku Kumpulan Artikel (ada editornya)
Alwasilah, A Chaedar. 2009. “Metodologi Pmebelajaran Bahasa yang Profesional”. Dalam Hasanuddin & Ermanto (Eds), Prosiding Seminar Nasional: Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Peningkatan Profesionalisme Guru (hlm. 1-9). Padang: Citra Budaya Indonesia.

Rujukan dari Artikel dalam Jurnal
Towaf, Siti Muslikhah. 2008. “Peran Perempuan, Wawasan Gender dan Implikasinya terhadap Pendidikan di Pesantren”. Jurnal Ilmu Pendidikan, 15(3), 140-149.

Rujukan dari Laporan Penelitian, Skripsi, Tesis, atau Desrtasi
Ermanto.2008. “Derivasi dan Infleksi Verba Bahasa Indonesia”. Disertasi tidak diterbitkan. Surakarta: Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret.

Rujukan dari Makalah Seminar, Penataran, Lokakarya.
Huda N. 1991. “Penulisan Laporan Penelitian untuk Jurnal”. Makalah disajikan dalam Lokakarya Penelitian Tingkat Dasar Dosen PTN dan PTS di Malang, Pusat Penelitian IKIP Malang, Malang 12 Juli.

Rujukan dari Sumber Online.
Kumaidi. 1998. “Pengukuran Bekal Awal Belajar dan Pengembangan Tesnya”. Jurnal Ilmu Pendidikan (online), 5 (4), diakses dari http://www.malang.ac.id pada 20 Januari 2000.

Alur Penulisan dan Penyerahan Artikel Kepada Koordinator Karya Ilmiah
Alur penulisan dan penyerahan artikel ilmiah berdasarkan tugas akhir/skripsi/tesis kepada koordinator karya ilmiah program studi adalah sebagai berikut:
Setelah karya ilmiah selesai disusun, diujikan dan sudah dilakukan perbaikan sesuai dengan saran dari penguji, beserta dengan pengesahannya, mahasiswa menulis draft artikel ilmiah dengan berkonsultasi pada pembimbing.
Draft artikel ilmiah yang dibuat mahasiswa menyesuaikan dengan kebutuhan dan bentuk template pada masing-masing jurnal program studi, lihat pada, https://www.journal.unrika.ac.id
Draft artikel ilmiah diserahkan kepada pembimbing untuk dibaca dan diberikan masukan oleh dosen pembimbing.
Mahasiswa memperbaiki draft artikel ilmiah sesuai dengan masukan dari pembimbing.
Mahasiswa melakukan scan plagiasi di Perpustakaan Pusat Unrika, dengan menyerahkan soft copy artikel ilmiah yang sudah melalui proses bimbingan dengan dosen.
Perpustaakaan memberikan soft copy hasil scan plagiasi kepada mahasiswa yang bersangkutan.
Berdasarkan hasil scan plagiasi, mahasiswa memperbaiki kalimat dan hal-hal yang dianggap plagiasi oleh scan plagiasi. Batas maksimal plagiasi yang di ijinkan adalah 20%.
Artikel ilmiah yang telah diperbaiki berdasarkan scan plagiasi, diperiksa kembali oleh pembimbing sehingga mendapat persetujuan pembimbing. Hasil scan plagiasi yang sudah memenuhi kriteria, wajib dilampirkan.
Artikel yang telah disetujui oleh pembimbing diprint out 2 eksemplar dan difilekan dalam bentuk CD diserahkan kepada koordinator karya ilmiah masing-masing program studi.
Mahasiswa mendapatkan bukti serah terima karya ilmiah dari koordinator masing-masing program studi, bukti serah terima dijadikan berkas syarat wisuda/mendapat ijazah asli.
Hasil penulisan karya ilmiah yang telah disetujui, wajib diterbitkan pada jurnal ilmiah yang telah di miliki oleh program studi dengan ISNN/e-ISSN.
Dalam hal publikasi ilmiah secara online pada Jurnal program studi dengan ISSN/e-ISSN, dosen pembimbing berhak memilih karya terbaik mahasiswa untuk diterbitkan, pembimbing berkoordinasi dengan pengelola jurnal program studi.

Lampiran 1. Contoh Cover/ Halaman Luar Tugas Akhir/ Skripsi
(Hard Cover)

KINERJA PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA BATAM TAHUN 2019
(judul skripsi disusun secara segitiga terbalik)
(times new roman, 14- bold-1 spasi-centre)
±6 enter – 1 spasi

Logo Universitas
(diameter ± 3 cm)

±6 enter – 1 spasi

FIRDAUS
NPM: 12. 17.0.029

±7 enter – 1 spasi

PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN
BATAM
2020

Lampiran 2. Contoh Halaman Judul Tugas Akhir/ Skripsi
KINERJA PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA BATAM TAHUN 2019
(judul skripsi disusun secara segitiga terbalik)
(times new roman, 12 – bold -1 spasi)

±4 enter – 1 spasi

SKRIPSI

±4 enter

Logo Universitas
(diameter ± 3 cm)

±4 enter
FIRDAUS
NPM: 12. 17.0.029
±4 enter
Skripsi ini disusun untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan
±4 enter – 1 spasi
PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN
BATAM
2020

Lampiran 3:Contoh Punggung Halaman Sampul Tugas akhir/Skripsi

UNRIKA
FAKUTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
20120

KINERJA PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA BATAM TAHUN 2019

FIRDAUS
12.17.0.029

Lampiran 4: Lembar Pengesahan Perbaikan Setelah Seminar akhir Oleh Dosen Penguji Tugas Akhir/Skripsi/Tesis.

LEMBAR PENGESAHAN PERBAIKAN
SEMINAR TUGAS AKHIR/SKRIPSI

KINERJA PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN
PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA BATAM TAHUN 2019

Nama
NPM

Pimpinan Sidang Tanda TanganTanggal
Nama ——————— ————-
NIDN:

Dosen Penguji I
Nama
NIDN: ——————— ————-

Dosen Penguji II
Nama ———————- ————-
NIDN:

Lampiran 5: Contoh Halaman Abstrak

Lampiran 6: Contoh Halaman Abstract
ABSTRAK

Pada penelitian ini membahas tentang Kinerja Pemerintah dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Di Kota Batam Tahun 2020, penelitian ini mengkaji beberapa permasalahan tentang pendapatan daerah yang dinilai belum mencapai target yang telah direncanakan sebelumnya,hal ini dipengaruhi oleh beberapa permasalahan yakni regulasi yang ada belum berjalan secara maksimal, perilaku korupsi masih terjadi di beberapa instansi pemerintah, serta pengawasan masih dianggap sangat lemah di Kota Batam.
Indikator pada penelitian ini menggunakan indikator input, proses, dan hasil. Metode penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatatif deskriptif yakni peneliti melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi, dalam mengumpulkan data penelitian di lapangan. Hasil dari data yang dikumpulkan oleh peneliti diolah dan digambarkan atau dijelaskan secara deskriptif pada penelitian ini.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ditemukannya permasalahan yang menghambat pendapatan daerah tidak mencapai targetyakni dilihat dari indikator input kebijakan pemerintah dinilai masih bermasalah, indikator proses masih terdapat penyimpangan, indikator hasil belum menunjukkan hasil yang memuaskan,belum mencapai target dan dampaknya belum maksimal.

Kata Kunci :Kinerja, Pemerintah, Pendapatan.

ABSTRACT

In this study discussed the performance of government in increasing the local revenue in Batam City year 2020, this study examines some issues about local income assessed not reaching the planned target Previously, this was influenced by several problems namely the existing regulation has not run to the fullest, corruption behavior is still happening in some government agencies, and supervision is still considered very weak in the city of Batam. The indicators in this study use input indicators, processes, and results. This method of research is using a descriptive quality research method that researchers conduct interviews, observations and documentation, in collecting research data in the field. The results of the data collected by researchers are processed and described in a descriptive study.The results of this research can be concluded that the discovery of problems that inhibit the revenue of the area does not reach the target is seen from the input indicators of government policy is still problematic, the process indicator remains irregularities, Result indicator has not shown satisfactory results, has not reached the target and its impact is not maximized.

Keywords: Performance, Government, Income.

Lampiran 7: Contoh Halaman Persetujuan Tugas Akhir/Skripsi
PERSETUJUAN AKHIR SKRIPSI

KINERJA PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN
PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA BATAM TAHUN 2019

Firdaus
NPM: 14.05.0.036

Telah disetujui oleh Dosen Pembimbing untuk dihadapkan kepada Dewan Penguji Skripsi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau Kepulauan

Pembimbing I Tanda Tangan Tanggal

Nama _____________ _____________
NIDN.

Pembimbing II

Nama _____________ _____________
NIDN.

Mengetahui,
Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Riau Kepulauan Batam

Nama
NIDN.

Lampiran 8: Contoh Halaman Pengesahan Komisi Ujian
HALAMAN PENGESAHAN

KINERJA PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN
PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA BATAM TAHUN 2019

FIRDAUS
NPM: 14.05.0.036

Dipertahankan di depan Dewan Penguji Skripsi
Sarjana Program Studi Ilmu Pemerintahan
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Riau Kepulauan
Tanggal:3Agustus 2020

No. Nama NIDN Tanda Tangan

1. Nama NIDN ____________
(Pimpinan Sidang)

2. Nama NIDN ____________
(Penguji I)

3. Nama NIDN ____________
(Penguji II)

Mengetahui,
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikKetua Program Studi ilmu Pemerintahan
Universitas Riau Kepulauan Batam Fakultas Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Riau Kepulauan Batam

Nama Nama
NIDN. NIDN.

Lampiran 9: Lembar Pernyataan Skripsi

LEMBAR PERNYATAAN
Saya yang bertandatangan dibawah menyatakan bahwa:
Karya tulis saya, Skripsi dengan judul “ Pemecahan masalah Anak yang Tinggal dengan Ayah tiri” adalah asli dan belum pernah diajukan untuk mendapatkan gelar akademik, baik di Universitas Riau Kepulauan, maupun diperguruan Tinggi Lainnya.
Karya tulis ini murni gagasan, penilaian, dan rumusan saya sendiri, tanpa bantuan tidak sah dari pihak lain, kecuali arahan tim pembimbing.
Di dalam tulisan ini tidak terdapat hasil karya atau pendapat yang telah ditulis atau dipublikasikan orang lain, kecuali dikutip secara tertulis dengan jelas dan dicantumkan pada daftar pustaka.
Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila dikemudian hari terdapat penyimpangan dan ketidakbenaran pernyataan ini maka saya bersedia menerima sanksi akademik, berupa pencabutan gelar yang telahsaya peroleh karena karya tulis ini, serta sanksi lainnya sesuai dengan norma dan ketentuan hukum yang berlaku.

Batam, ….., ….., 20…..

(Tanda tangandiatas materai)
Nama
NPM

Lampiran 10: Contoh Halaman Persembahan (jika diperlukan)
Alhamdulillah… Alhamdulillah… Alhamdulillahirobbil’alamin.
Sujud syukurku kusembahkan kepadamu Allah S.W.T yang Maha agung nan Maha Tinggi, nan Maha Adil, nan Maha Penyayang, atas takdirmu telah kau jadikan saya manusia yang senantiasa berpikir, berilmu, beriman dan bersabar dalam menjalani kehidupan ini. Semoga keberhasilan ini menjadi satu langkah awal bagiku untuk meraih cita-cita besarku. Untuk itu kupersembahkan sebuah karya nan kecil ini kepada:
Kedua orang tua saya, Bapak Andianto (Alm) dan Ibu Mufidah yang selama ini selalu memberikan kasih saying, dukungan moril maupun materil serta do’a yang tidak henti untuk kesuksesan saya.
Adik saya, Andi Wahyudin yang selalu memberi dukungan untuk tetap berjuang serta memberikan bantuan dalam segala hal untuk tercapainya cita-cita saya.
Keluarga bersar saya, nenek, paman, bibi, abang, kakak, sepupu, yang telah banyak sekali memberikan dukungan selama perkuliahan dan penyelesaian skripsi ini.
Sahabat-sahabat saya sekaligus kawan seperjuangan saya, terima kasih atas kebersamaan dan kesetiaan selama ini, untuk Agustina, Meliyani, Salma, Widia, Desfindah, AyuR, AyuL, Mastina, Bunga, serta kawan-kawan saya Gina, Wirdatul, Rezita dan Kak Eva, tempat terbaik untuk keluh kesah selama mengerjakan tugas akhir ini.

Hanya sebuah karya kecil dan untaian kata-kata yang dapat saya persembahkan kepada kalian semua, terimakasih beribu terimakasih kuucapkan.
Hidupku terlalu berat untuk mengandalkan diri sendiri tanpa melibatkan bantuan Allah S.W.T dan orang lain.

Lampiran 11:Contoh Halaman Kata Pengantar
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat ALLAH SWT yang telah melimpahkan rahmat dan barokahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pemecahan masalah Anak yang Tinggal dengan Ayah tiri”. Laporan skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) pada Program Studi S1 Bimbingan Konseling Universitas Riau Kepulauan.
Dalam melakukan penelitian dan penyusunan laporan skripsi ini penulis telah mendapatkan banyak dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada:
(Nama Rektor + gelar) Selaku Rektor Universitas Riau Kepulauan.
(Nama Dekan + gelar) Selaku Dekan Fakultas ………….Universitas Riau Kepulauan.
(Nama KaProdi + gelar ) Selaku Kepala Program Studi …….. Universitas Riau Kepulauan.
(Nama Pembimbing utama + gelar) selaku dosen pembimbing I, dan (Nama pembimbing pendamping + gelar) selaku dosen pembimbing II, yang telah dengan penuh kesabaran dan ketulusan memberikan ilmu dan bimbingan terbaik kepada penulis.
………………………………………………….. Dst.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa laporan skripsi ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu semua jenis saran, kritik dan masukan yang bersifat membangun sangat penulis harapkan. Akhir kata, semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat dan memberikan wawasan tambahan bagi para pembaca dan khususnya bagi penulis sendiri.
Batam, 29 Juli 2018

Penulis

Lampiran 12: Contoh Halaman Daftar Isi

DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK……………………………………………………………………………………… i
ABSTRACT……………………………………………………………………………………. ii
PENGESAHAN SKRIPSI…………………………………………………………………. iii
PERNYATAAN DAN PERSETUJUAN HASIL REVISI …………………. ……… iv
PERSETUJUAN TIM PENGUJI………………………………………………………… v
SURAT PERNYATAAN…………………………………………………………………… vi
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………. vii
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………… viii
DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………………………. ix
DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………………………………… x
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah…………………………………………………………….. 1
Batasan Masalah……………………………………………………………………… 8
Rumusan Masalah……………………………………………………………………. 8
Tujuan Penelitian…………………………………………………………………….. 8
Manfaat Penelitian……………………………………………………………………. 9
BAB II LANDASAN TEORI
Landasan Teori………………………………………………………………………… 11
Kerangka Pemikiran………………………………………………………………….. 45
Hasil Penelitian Terdahulu………………………………………………………….. 50
Hipotesis………………………………………………………………………………… 59

BAB III METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian………………………………………………………………………… 65
Teknik Pengambilan Sampel……………………………………………………….. 67
Jenis Data……………………………………………………………………………….. 68
Teknik Pengumpulan Data………………………………………………………….. 74
Defenisi Operasional………………………………………………………………….. 79
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian……………………………………………………………………….. 86
Pembahasan……………………………………………………………………………. 119
BAB V PENUTUP
Kesimpulan…………………………………………………………………………….. 122
Saran…………………………………………………………………………………….. 123
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………. 127
LAMPIRAN…………………………………………………………………………………….. 130

Lampiran 14: Contoh Daftar Gambar

DAFTAR GAMBAR
Halaman
1. Chart atau bagan Penelitian Pertama……………………………………………………….. 119
2. Chart atau bagan Penelitian Kedua………………………………………………………….. 120

Lampiran 15: Contoh Daftar Lampiran

DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Data Pribadi Subjek………………………………………………………………… ………..119
Catatan Lapangan (Field Note)…………………………………………………. ………..133
Observasi. ………………………………………………………………………………. 138
Skala dan Kuesioner terbuka………………………………………………………….161
Penilaian…………………………………………………………………………………. 185

Lampiran 16: Contoh Halaman Pembatas

BAB I

Halaman Pembatas menggunakan kertas warna orange sesuai bendera Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Lampiran 17: Contoh Cover CD Tugas Akhir/Skripsi.
Cover menggunakan warna sesuai dengan identitas fakultas, dengan mencantumkan judul pada bagian atas lingkaran CD, logo Unrika serta pembimbing di bagian kiri CD, Bagian kanan CD diletakkan foto Nama dan NIM. Program studi, fakultas, nama universitas dan tahun kelulusan diletakkan pada bagain bawah CD. Isi dari CD adalah soft copy dari Tugas Akhir/Skripsi/Tesis dan Artikel ilmiah dari Tugas Akhir/Skripsi/Tesis yang telah dijadikan dalam format pdf.